Kolaka Utara

Sungai di Kolut Meluap, Petani Rante Limbong Panen Dini

Pariwara

MUH.RUSLI / KENDARI POS
PANEN DINI : Wawi, petani di Desa Rante Limbong terpaksa memanen padinya yang rebah disapu air luapan Sungai Salu Meja.

KENDARIPOS.CO.ID — Sungai Salu Meja yang membelah area persawahan di Desa Rante Limbong, Kolaka Utara (Kolut) membuat para petani risau. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Lasusua, pukul 04.00 Wita, Kamis (10/1) membuat Sungai Salu Meja meluap. Tingginya debit air, tak mampu ditampung sungai tersebut.

Dengan berat hati, para petani terpaksa panen dini. Wawi, petani Desa Rante Limbong terlihat ditengah sawahnya. Butiran padinya belum matang namun air luapan sungai sudah merendam dan Wasi terpaksa panen dini. Padi Wawi seluas 35 are rebah tersapu air luapan. “Umur padi saya baru dua bulan lebih. Umur padi harusnya 3,5 bulan baru bisa dipanen,” ujarnya saat ditemui Kendari Pos, kamis (10/1).

Sungai yang meluap hanya menyasar petakan yang berada di sisi kanan aliran. Sedangkan di sisi kiri terlihat aman. “Ada tanggul tetapi hanya separuh. Bronjong juga sudah dipasang tetapi selalu hilang dibawa arus. Ini yang kadang buat kami was-was kalau hujan deras,” tutur Wawi. Luas sawah yang terendam berkisar empat sampai lima hektare. Wawi mengaku bingung untuk masa tanam berikutnya. Sebab, padi miliknya tak bisa disemai. “Ini bukan bibit bantuan. Yang dipanen ini hanya untuk dikonsumsi sendiri,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kolut, Samsu Ridjal mengaku tak tahu kejadian tersebut. “Baru tahu melalui anda (Kendari Pos) karena saya sedang di luar daerah,” ujarnya saat dihubungi. Pantauan Kendari Pos, padi milik petani umumnya rebah disapu air luapan sungai. Di lokasi tampak satu unit excavator yang diturunkan BPBD Kolut sedang mengeruk sungai yang dangkal. (rus/b)

Sungai di Kolut Meluap, Petani Rante Limbong Panen Dini
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy