Bau-bau

Rp 2,7 Miliar untuk Memoles Cagar Budaya di Baubau

Pariwara

AKHIRMAN / KENDARI POS
CAGAR BUDAYA : Benteng Keraton Buton, salah satu situs sejarah di Kota Baubau yang merupakan benteng terluas di dunia. Tahun ini, situs bersejarah itu bakal dipoles sebagai upaya penataan dan pelestarian cagar budaya. Pemkot Baubau mencapat kucuran dana dari pemerintah pusat untuk pelestarian cagar budaya Benteng Sorowolio, Benteng Badia dan Benteng Keraton.

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau mendapat kucuran dana dari pemerintah pusat. Dana miliaran rupiah itu untuk penataan dan pelestarian cagar budaya. Hal itu seiring dengan perlunya dilakukan pembenahan terhadap beberapa situs sejarah di wilayah daerah eks Kesultanan Buton itu.

Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi, SDA dan Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau, Sabaruddin mengatakan anggaran itu bersumber dari APBN. Hanya saja pengelolaanya melalui Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Indonesia yang membawahi wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat dan Sulawesi Tenggara. “Kemarin kita sudah melakukan koordinasi dengan BPCB di Sulsel. Bahwa terkait pelestarian cagar budaya Benteng Sorowolio, Benteng Badia dan Benteng Keraton untuk 2019 mendapat kucuran dana sekitar Rp 2,7 miliar,” ujar Sabaruddin saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (10/1).

BPCB telah melakukan pemantauan terhadap kondisi cagar budaya di Kota Baubau. Makanya beberapa situs sejarah dianggap perlu mendapat sentuhan revitalisasi. Sehingga tetap lestari dengan kondisi fisik yang baik dan terawat. “Semua sudah dilihat BPCB. Seperti Benteng Sorowolio yang sudah rubuh akan dikembalikan ke bentuknya semula. Karena kalau menggunakan dana APBD untuk perbaikanya, kita tidak sanggup,” terang Sabaruddin.

Sebenarnya, lanjut dia, kucuran anggaran untuk Cagar Budaya kontinyu diperoleh. Tahun 2018, Kota Baubau mendapat dana sekitar Rp 1 miliar untuk penataan Benteng Sorowolio yang bersumber dari APBD Sultra. “Lalu melalui APBD Kota Baubau setiap tahunnya untuk pelestarian cagar budaya selalu kita anggarkan. Semua itu hanya untuk membiayai pembenahan bagian luarnya saja. Untuk strukturnya kami tidak berani, karena hal itu harus dilakukan oleh ahlinya langsung yaitu BPCB,” ungkap Sabaruddin.

Perhatian untuk penataan kawasan cagar budaya dilakukan sesuai arahan Wali Kota Baubau, AS Tamrin. Agar kondisi peninggalan situs sejarah di Kota Baubau tetap ada dan terjaga. “Wali kota minta agar cagar budaya tetap dilestarikan. Makanya seperti kawasan Benteng Keraton setiap tahunnya kita siapkan anggaran untuk penataan situs-situsnya,” pungkas Sabaruddin. (ahi/b)

Rp 2,7 Miliar untuk Memoles Cagar Budaya di Baubau
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy