Bau-bau

Pembangunan Jembatan Muna-Buton Butuh Rp 1,4 Triliun

Pariwara

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Rencana pembangunan jembatan yang menghubungkan Pulau Muna dan Pulau Buton mulai dibahas. Pemerintah pusat dab pemerintah dua daerah itu telah melakukan pembahasan studi kelayakan mega proyek tersebut. Hasilnya jembatan penghubung Muna-Buton dinilai layak untuk direalisasikan. Kebutuhan anggaran untuk merealisasikan jembatan itu sekira Rp 1,4 triliun dari pemerintah pusat.

Informasi itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Ekonomi, SDA dan Infrastruktur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Baubau, Sabaruddin. “Terkait pembangunan jembatan Buton-Muna kita sudah ikuti finalisasi feasibility (kemungkinan)-nya. Meski kita belum tahu persis kapan akan mulai dikerjakan, namun hasil uji memang layak untuk dibangun (jembatan),” kata Sabaruddin di ruang kerjanya, Selasa (7/1/2019).

Titik pembangunannya di wilayah Kelurahan Kolagana (Kota Baubau) menuju wilayah Waburense (Kabupaten Buton Tengah). Perrtemuan finalisasi pembangunan jembatan penghubung Muna-Buton itu berlangsung di Jakarta. Bappeda Baubau diundang dan hadir pertemuan tersebut. “Kami mohon agar pemerintah provinsi (Pemrov) Sultra bersama-sama pemerintah daerah (Pemda) untuk mendorong pemerintah pusat mempercepat pembangunan jembatan penghubung Buton-Muna,” ungkap Sabaruddin.

Pemda terkait hanya menyelesaikan pembebasan lahan dari Kota Baubau sampai Buton Tengah. “Kita sudah turun melihat dan mengukur jalur di Kolagana yang akan dilalui. Ada sekitar empat kilometer yang harus kita bebaskan. APBD Perubahan nanti kita usulkan anggaranya (pembebasan lahan,red),” jelas Sabaruddin. Ia menambahkan, pembangunan jembatan Muna-Buton akan meningkatkan ekonomi masyarakat karena mobilisasi barang dan jasa lebih lancar. “Untuk jembatan Buton-Muna, dari Kolagana menyeberang ke Waburense hanya sekira 740 meter,” ucapnya. (ahi/b)

Pembangunan Jembatan Muna-Buton Butuh Rp 1,4 Triliun
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy