Pariwara
Muna

Bidan Kontrak di Muna Tuntut Upah Layak

LA ODE ALFIN / KENDARI POS RSUD : Para bidan di RSUD Muna menuntut upah layak.

KENDARIPOS.CO.ID — Belum genap setahun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna beralih status dari satuan kerja menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Kendati masih seumur jagung, tapi berbagai masalah manajemen mulai mengganggu pelayanan rumah sakit plat merah tersebut.

Sejumlah bidan berstatus pegawai kontrak belum lama ini menuntut upah layak. Para bidan mengeluhkan soal insentif yang tidak sebanding dengan keringat. Mereka tuntut upah yang layak. “Kami juga dibeda-bedakan. Masa cleaning service lebih besar gajinya. Ini kan tidak masuk akal,” kata seorang bidan yang enggan namanya dikorankan sembari menyebut mereka hanya dijatah Rp.700 ribu per bulan.

Begitu pula sejumlah dokter spesialis yang menilai insentifnya sekira RP 10 juta jauh di bawah ekspektasi. Para dokter berstatus wajib kerja dokter spesialis (WKDS) dari Kementerian Kesehatan itu mengancam hengkang dari RSUD Muna. “Mereka mintanya Rp.30 juta, sama dengan dokter ahli lain. Tetapi harus diketahui, dokter WKDS itu diberi honor Kemenkes Rp.27,5 per bulan, kami tambahkan Rp.10 juta. Sedangkan dokter ahli lain itu sifatnya organik, kami yang bayar sepenuhnya,” ujar Agus Susanto, Direktur Utama RSUD Kab. Muna.

Agus tidak sedikit pun gentar dengan ancaman hengkang para dokter. Ia tidak mungkin memenuhi permintaan insentif Rp.30 juta sebab sejak awal kerja sama diteken, klausul pembayaran insentif disebutkan sesuai kemampuan rumah sakit. “Kami tidak bisa penuhi itu,” kata Agus. Masalah insentif yang baru-baru ini di suarakan, cukup membuat pusing Agus Susanto. Pasalnya, RSUD Muna dijadwalkan melakukan asesmen akreditasi dalam waktu dekat. “Padahal saya baru pulang konsultasi dari Kemenkes untuk persiapan akreditasi,” ungkap Agus.

Agus meminta paramedis bersabar. Ikhwal insentif, ia memastikan akan segera terbayarkan. Ia berharap ada pengertian dari para pegawainya sebab dana Rp.10 miliar lebih untuk insentif baru dianggarkan dalam perubahan APBD Muna. “Insyaallah minggu ini dituntaskan karena daftar isian anggaran baru keluar,” paparnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy