Pariwara
Muna

SKB di Muna Tuntas, Pengumuman Ditentukan Panselnas

Rustam

KENDARIPOS.CO.ID — Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) penerimaan calon pegawai negeri sipil di Kabupaten Muna tuntas digelar. 512 peserta sudah mengerjakan 100 butir soal dengan durasi 90 menit. Tahapan rekrutmen kini berakhir, peserta tinggal menunggu hasil pengintegrasian nilai untuk memastikan kelulusan sebagai abdi negara.

Pelaksanaan SKB di Muna yang dipusatkan di SMA N 1 Raha dan SMP N 2 Raha tersebut berjalan lancar. Usai tahapan SKB, Sekretaris Panitia Seleksi Daerah (Panselda) Muna, Rustam menyebutkan, tidak akan ada lagi tahapan seleksi selanjutnya. Uji kompetensi yang sebelumnya diwacanakan, urung dilakukan.

“Pansel provinsi tidak menyelesaikan dokumen yang mengatur mekanisme dan bobot uji kompetensi. Makanya Panselnas menganggap proses itu tidak ada lagi,” ujar Rustam saat dijumpai disela-sela pemantauan pelaksanaan SKB di SMA 1 Raha.

Rustam mengatakan, tahapan berikutnya yang paling krusial yakni pengumuman akhir. Peserta akan menunggu hasil akumulasi nilai SKD dan SKB yang dilakukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Dalam proses tersebut, ia menjamin tidak akan ada manipulasi dan praktek curang lainnya. “Setelah ini Panselnas akan mengintegrasikan nilai. Proses itu sepenuhnya dilakukan Panselnas, jadi jangan berpikir Panselda lagi yang campur tangan. Murni diakumulasikan langsung di server,” ungkap Rustam.

Mekanisme pengintegrasian nilai dilakukan dengan penggabungan nilai SKD dan SKB dengan porsi masing-masing 40 dan 60 persen. Peserta yang berhasil lulus diambil berdasarkan nilai tertinggi hasil pengintegrasian tersebut pada setiap formasi. Peserta dapat mengakses pengumuman tersebut melalui link resmi sscn.bkn.go.id. “Kami belum pastikan jadwal pengumumannya. Karena proses SKB nasional sampai tanggal 16 Desember, berarti pengumuman akan dirilis setelah itu,” papar Rustam.

Hanya saja, Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia Kabupaten Muna itu mengatakan sekira 290 kuota CPNS di Muna dipastikan tidak akan terisi penuh. Pasalnya, ada sejumlah formasi yang tidak memiliki peserta SKB sebab nilai yang tidak mencukupi. “Misalnya ada satu sekolah dari formasi guru yang tidak punya peserta SKB. Jadi tidak akan terisi semua kuota daerah,” pungkasnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy