Pariwara
Kolom

Juara Tuan Rumah, Oleh: Onggi Nebansi

La Ode Diada Nebansi

KENDARIPOS.CO.ID — Kesungguhan pemerintah memang nyata dalam gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Rutin digelar. Setiap empat tahun. Anggaran siap. Atlet melimpah. Wasit-juri siap. Tim penggembira pun oke. Hanya, orientasi yang masih harus difokuskan. Terkesan: masih sukses acara. Belum fokus pada prestasi. Selentingan dari berita HOAX : Siapa yang tuan rumah, dialah juara. Yang kita inginkan bersama adalah prestasi.

Selentingan, tembakan dan perang bonus bisa mempengaruhi prestasi. Tren event olahraga di jenjang manapun, Porda kek, PON kek, ASEAN Games kek, Sea Games kek, Olympiade kek, tuan rumah pastilah tampak prestasinya. Untuk Porda, kebiasaan kita, siapa yang tuan rumah, dialah juara umumnya. Kalau toh jeblok prestasinya yaah posisi ketigalah yang paling buruk. Porda begitu. PON juga begitu. ASEAN Games dan seterusnya.

Andai Timor Leste tuan rumah ASEAN Games, kemungkinan besar dialah yang juara umum. Sial-sialnya, melorot ke urutan ketiga. Pertanyaannya, apa yah Timor Leste bisa unggul atas Indonesia? Unggul atas Malaysia? Unggul atas Thailand? Myanmar? Jika tuan rumah Timor Leste unggul atas negara lain di ASEAN Games, ibaratnya, PS Lombe unggul atas Persija, atau Pesawat Watuputih tumbangkan PSM Makassar, Tawang Alun tahan imbang Persib Bandung. Istilah Idul: Somba.

Bisa mungkin seperti itu. Tapi, bisa juga setiap orang yang mendengar atau melihatnya, pastilah dorang goso-goso dulu dorang punya mata untuk memastikan jangan-jangan salah lihat. Atau, dorang miringkan kepala lalu mendekatkan telinganya kemulut kita, jangan-jangan kita salah ucap. Kenapa? Ndak maso akal. Kenapa? Menggelikan. Kenapa? Mengagetkan.

Porprov di Sabilambo, di Pomalaa, Kolaka patut dijadikan ajang pemantapan prestasi Sultra menuju PON nanti. Terutama, cabang-cabang olahraga yang kemenangannya tidak tergantung wasit. Seperti apa? Ya semua cabang olahraga yang prestasinya tergantung kecepatannya (atletik), tergantung poinnya (Bulu Tangkis. Tenis Meja. Voly. Catur). Karena itu, orientasi prestasi atas nama daerah harus benar-benar dijunjung tinggi.

Artinya, untuk apa tepuk tangan riuh pada saat pengumuman pemenang jika ternyata atlit yang tampil menerima medali ternyata orang dari luar Sultra. Ketika diprotes bahwa atlitmu orang Bangkalan kamu berkelit orang Bangkali. Ketika atlitmu diprotes karena orang Jepara, kamu bilang orang Pohara. Ketika diprotes bahwa atletmu orang Tangerang, kamu berkelit orang Tangetada. Silakan. Bisa lolos dari protes dan berhasil mengumpulkan medali. Tapi ketika di ajang PON nanti, kita bakal dijuluki tim terbesar dengan prestasi terkecil. Maukah dibilang begitu? Tidak mau. Kalau gitu junjung tinggi sportivitas.

Koreksi yang paling nyata adalah munculnya sosok Saddil Ramdani. Anak muda dari Desa Bonea, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna. Darimana sosok itu, kok tiba-tiba tampil sebagai bintang di pusaran bola nasional? Dari Porda? Bukan. Dari Porprov? Tidak juga. Dari mana? Ndataumi. Adalagi Apryani Rahayu asal Lambuya, Konawe. Tapi sebagai pebulu tangkis nasional. Rasa-rasanya, orang Pelatnas tidak menemukan Apryani Rahayu dari pentas Porda maupun Porprov. Tapi, kecurigaan saya, ia ditemukan di halaman rumahnya ketika bermain bulu tangkis dengan bulu ayam tongkol jagung lalu dibina. Umpamanya tapi ini. Ibarat kata. Orang Kendari bilang: sulo-sulonya.

Ya, ini semua dalam rangka prestasi olahraga yang sesungguhnya. Jika keinginan meraih prestasi sesunguhnya telah terpatri dari Porprov ke Porprov maka, mengacu pada perolehan medali di Porprov empat tahun lalu, dimana Buton Utara (Butur) keluar sebagai juara umum, maka di atas kertas, 16 daerah lain di Sultra patut memperhitungkan Butur sebagai pendulang medali. Artinya, kamera harus diarahkan ke tim Butur karena petahana. Kalau toh gagal mempertahankan sabuk juara umum maka jatuh-jatuhnya ke peringkat kedua. Ya, itulah analisa misi prestasi, bukan analisa peluang tuan rumah.([email protected])

Penulis : Onggi Nebansi (Direktur Kendari Pos)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy