Pariwara
Buton

2019, APBD Buton Masih Prioritas Infrastruktur

Sekda Buton La Ode Dzilfar Djafar.

KENDARIPOS.CO.ID — Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Buton tahun 2019 masih tetap memprioritaskan untuk pembiayaan pembangunan infrastruktur. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran terbesar di bidang tersebut hingga 25 persen. Sekretaris Kabupaten (Sekab) Buton, Laode Dzilfar Djafar, mengatakan kebijakan belanja dan penggunaan anggaran yang bersumber dari dana transfer umum ditetapkan 25 persen untuk belanja infrastruktur, 20 persen pendidikan, 10 persen bagi kesehatan, 10 persen untuk alokasi dana desa dan kebutuhan lainnya.

“Anggaran pemerintah daerah masih bertumpu pada dana transfer dari pusat. Pendapatan asli daerah pada tahun 2018 ini hanya sekitar Rp 18 miliar,” rincinya, kemarin. Dijelaskan, sebagian besar anggaran daerah masih mengandalkan dari dana dana transfer dari pusat maupun provinsi. Makanya, sesuai rancangan awal kebijakan umum APBD pemerintah berharap dapat mampu mendapat pendapatan lebih besar dari Rp 800 miliar. “Namun kenyataannya kita hanya mampu mendapat Rp 750 miliar lebih sesuai struktur anggaran pada kebijakan umum APBD,” papar Dzilfar Djafar.

Kebijakan yang sifatnya kedaerahan seperti upah dan uang lauk pauk, kesiapan kenaikan gaji lima persen pada tahun 2019, pembayaran utang daerah dan bunganya, honor dokter dan guru tidak tetap, BPJS, belanja kesiapan menghadapi Pilpres dan Pileg juga disebut merupakan mandat yang harus dipenuhi pemerintah daerah.

Disamping itu, penggunaan anggaran diarahkan untuk peningkatan pelayanan publik melalui perbaikan fasilitas pelayanan serta kesiapan dalam menyukseskan agenda nasional Pemilu. “Dalam upaya meningkatkan pendapatan daerah, Pemkab Buton terus berupaya. Salah satunya melalui kebijakan tambahan penyertaan modal pada Bank Sultra. Dengan begitu, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah sebesar Rp 10 miliar atau lebih, sesuai keuntungan Bank Sultra. Dengan adanya tambahan energi tersebut diharapkan dapat menyelesaikan agenda-agenda yang belum terealisasi,” tandas Dzilfar Djafar. (b/mel)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy