Pariwara
Konawe Kepulauan

Bupati Konkep : Bantuan Mobil BUMDes Bukan untuk Kades !

MURSALIN/KENDARI POS
BANTUAN : Bupati Konkep, H. Amrullah (kiri) saat menyerahkan bantuan 15 unit mobil secara simbolis pada perwakilan BUMDes di daerah itu.

KENDARIPOS.CO.ID — Perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Kepulauan (Konkep) untuk mempercepat peningkatan perekonomian di wilayahnya, terus dilakukan. Penyaluran bantuan 15 unit mobil pick up dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) RI adalah salah satu upaya agar roda perekonomian terus dinamis. Bupati Konkep, H. Amrullah menyerahkan langsung bantuan operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara simbolis usai memperingati Hari Pahlawan Nasional, Senin (12/11).

BUMDes yang mendapat bantuan dari kementerian itu adalah Bahari Mandiri di Desa Langara Bajo, Mata Langara BUMDes Maju Wali Desa Kawa Kawali, Kecamatan Wawonii Barat, Harapan Baru Desa Tekonea, BUMDes Karya Utama di Desa Laiwo Jaya, Kecamatan Wawonii Timur, BUMDes Bina Mitra Usaha Desa Labeau, BUMDes Alfahrezi Sejahtera Desa Palingi Timur, Kecamatan Wawonii Utara, BUMDes Wawo One Jaya, Asampelaro di Desa Langara Jaya, Kecamatan Wawonii Selatan.

Termasuk BUMDes Usaha Bersama Desa Batumea, BUMDes Asa Pelaro Desa Lampeapi Baru, BUMDes Patande Desa Patande, BUMDes Pesona Watu Ondo Desa Watu Ondo Kecamatan Wawonii Timur Laut, BUMDes Jaya Abadi Desa Kekea dan BUMDes Karya Mandiri Desa Bahaba, Kecamatan Wawonii Tenggara. Bupati Konkep, H. Amrullah, mengatakan, bantuan 15 unit kendaraan operasional BUMDes yang telah disalurkan diharapkan bisa mempercepat roda perekonomian masyarakat.

“Bantuan mobil ini, bukan untuk milik kepala desa (Kades). Tetapi untuk BUMDes agar bisa mempercepat roda perekonomian di Pulau Wawonii,” ulang H. Amrullah, menegaskan, senin (12/11). Di tempat yang sama, Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Konkep, H. Hasrin Abdul Rahim, juga berharap, bantuan 15 unit mobil pick up dari Kementerian DPDTT, digunakan sesuai peruntukannya dalam mengembangkan usaha-usaha yang ada di desa masing-masing.

“Kami berharap, pengelola BUMDes bisa memanfaatkan bantuan ini semaksimal mungkin. Agar percepatan perekonomian cepat berjalan dan berkembang,” kata Harsin Abdul Rahim. Ia memperingatkan agar Kades dan BUMDes tidak menyalahgunakan bantuan yang bersumber dari DAK 2018 itu. “Kami akan terus mengawasi, kalau digunakan tidak sesuai peruntukannya dan menyalahi Juknis, atau ada laporan dari masyarakat dengan bukti kuat, kami akan memberhentikan operasionalnya atau menarik untuk diserahkan pada desa atau BUMDes yang memenuhi syarat,” ancamnya. (c/san)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy