Pariwara
Nasional

AirNav, Pionir Dibalik Kelancaran dan Keselamatan Trasportasi Udara, Lengah Sedikit Rawan Kecelakaan

HARUS DISIPLIN: Petugas Kontroler AirNav Indonesia, Bandara Udara Betoambari, Kota Baubau, Audina saat memperagakan proses pengawasan lalu lintas udara dan kondisi runway Bandara Betoambari, Kota Baubau menggunakan teropong, Senin (3/9). Foto: Akhirman/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Peran AirNav sangat vital. Lancarnya arus lalu lintas udara berkat kinerjanya. Memiliki peralatan canggih serta didukung sumber daya manusia (SDM) mumpuni, sehingga sampai saat ini aktivitas pesawat di bandara maupun di udara zero insiden. Untuk itu, masyarakat Indonesia, khususnya Sultra harus berterima kasih pada mereka.

AirNav merupakan lembaga milik BUMN yang bertugas menyediakan pelayanan navigasi penerbangan. Segala sesuatu yang berkaitan dengan informasi lalu lintas penerbangan menjadi tanggung jawabnya. Baik itu pesawat yang masuk dalam lingkungan bandara untuk landing atau pendaratan maupun pesawat yang hendak takeoff atau lepas landas. Seluruhnya tidak luput dari pengawasan dan intruksi petugas AirNav.

Sebelum pesawat melakukan landing, terlebih dulu dilakukan komunikasi bersama pilot mengenai kondisi cuaca. Termasuk juga kondisi keamanan runway atau landasan pacu. Komunikasi itu dilakukan petugas Air Nav secara berkelanjutan selama tiga tahap. Mulai dari 15 menit pertama sebelum pendaratan, kemudian lima menit dan tiga menit terakhir sebelum pendaratan.

“Pada komunikasi lima menit sebelum pendaratan, sirine mulai dibunyikan. Semua itu, untuk memastikan kelancaran dan keselamatan para penumpang dan kru pesawat sesaat sebelum landing,” kata petugas Kontroler AirNav Indonesia, Bandara Udara Betoambari Kota Baubau, Audina, Senin (3/9).

Dalam peran tersebut, keberadaan AirNav memang sangat vital. Semua proses penerbangan termasuk di Kota Baubau dapat berjalan normal, lancar dan tehindar dari insiden membahayakan. Tetapi, jika terjadi kesalahan atau sedikit lalai meski dalam waktu yang relatif singkat maka bisa berakibat fatal. Begitu pula dalam kelancaran serta ketepatan dalam memberikan informasi kepada pilot terkait kondisi cuaca terkini, semua sangat penting. Agar pesawat terhindar dari kecelakaan udara. Makanya, dalam tugasnya, pihak AirNav selalu siap dan sigap.

“Tugas operasi, dalam hal ini mengotrol pesawat dari segala kondisi, baik dari sisi udara maupun pada runway saat pesawat akan landing kita laksanakan dengan baik. Karena itu tanggung jawab kami. Dari tower, kita lakukan komunikasi melalui radio ke semua pesawat yang masuk dalam wilayah atau kawasan penerbagan Bandara Udara Betoambari, Kota Baubau. Semua itu untuk memastikan kelancaran dan keselamatan penerbangan,” bebernya.

Ketika pesawat akan melakukan landing maupun take of, maka pihak AirNav terlebih dulu berkomunikasi dengan pilot. Jika cuaca buruk dan jarak pandang terganggu, maka petugas AirNav akan memberitahukan kepada pilot untuk tidak mendarat ataupun lepas landas. Karena semua itu dapat mengancam keselamatan penumpang pesawat. “Kalau cuaca buruk dan jarak pandang tergangu serta tidak memungkinkan untuk dilakukan pendaratan, maka kita sampaikan kepada pilot. Karena sesuai ketentuan dalam jarak lima kilometer, jarak pandang masih terganggu, maka tidak boleh melakukan pendaratan. Tetapi semua itu tergantung pada pilotnya. Karena ada banyak pertimbanga. Salah satunya adalah soal kondisi bahan bakar pesawat,” terangnya.

1 of 2

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778