Pariwara
HEADLINE NEWS

Marjuki, Pedayung asal Sultra Sumbang Perunggu di Asian Games

SUMBANG PERUNGGU: Marjuki, Pedayung asal Sultra yang berhasil sumbang medali perunggu lewat lomba Perahu Naga, Minggu (26/8). Foto: Ramadhan/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Pedayung andalan Sulawesi Tenggara (Sultra), Marjuki berhasil menambah koleksi medali Asian Games buat Indonesia. Marjuki yang berada di antara 12 tim perahu naga putra mengamankan perunggu di nomor 500 meter Traditional Boat Race, Minggu (26/8) di Palembang. Marjuki cs sempat terseok-seok sebelum bertarung di babak final.

Pada laga penyisihan, Tim TBR 500 Meter Putra sempat masuk babak Repechage atau ulangan. Mereka hanya sanggup finish di urutan ke-4, dengan capaian 2 menit 18.888 detik. Marjuki cs pun akhirnya berjibaku di babak Repechage untuk menembus babak semifinal. Beruntung, mereka berhasil menempati urutan pertama dengan torehan waktu 2 menit 19.674 detik.

Di babak semifinal, Indonesia akhirnya berhasil menembus peringkat kedua dengan catatan waktu 2 menit dan 14.768 detik. Dikalahkan China Taipei dengan torehan waktu 2 menit dan 13.414 detik. Sayang, kendati sempat memberikan perlawanan sengit, tim Indonesia akhirnya finish di urutan ke-3 dengan catatan waktu 2 menit 15.727 detik.

Mereka kalah oleh China Taipei yang finish di urutan pertama dengan mencatatkan waktu 2 menit 11.691 detik, dan China finish diposisi runner up dengan catatan waktu 2 menit 14.297 detik. Marjuki mengaku bahagia bisa meraih medali di Asian Games. Sebab lawan tanding juga sangat kuat.

Sebelumnya, di nomor 200 meter yang digelar, Sabtu (25/8), Marjuki cs tidak meraih medali. Karena hanya finis keempat. “Alhamdulillah, kita dapat perunggu di nomor 500 meter. Hari ini (Senin, red) kita juga akan kembali bertarung pada nomor 1.000 meter. Saya minta doa dan dukungan masyarakat Indonesia, khususnya Sultra,” kata Marjuki kepada Kendari Pos.

Saat pertarungan, kata dia kondisi angin bukan menjadi kendala yang berarti. Yang jadi persoalan adalah soal lintasan yang tingkat kedalamannya tidak merata. Tentu itu menyebabkan kecepatan laju perahu. Meskipun hanya meraih perunggu, ia mengaku sangat bersyukur. Sebab sudah mengerahkan semua kemampuan saat latihan. Apalagi yang menentukan hasil pertandingan adalah yang di atas. Dan, mungkin persiapan lawan jauh lebih matang. “Kita juga ingin dapat emas. Semua tim ingin dapat emas. Tapi inilah hasil yang bisa kami capai. Terima kasih kepada semua pihak yang memberikan dukungan,” ujar lelaki asal Kabupaten Wakatobi itu.

Sementara itu, Pelatih Kepala TBR Indonesia M. Suryadi mengaku sempat berharap kepada tren positif yang ditunjukkan oleh anak asuhnya sejak babak penyisihan. Sebab melihat catatan hari ini, mereka terus menunjukkan peningkatan waktu. “Bisa meraih medali itu harapan yang besar. Sebab pada saat pagi tadi, kita mengalami babak repechage dan mengalami waktu yang di bawah performa latihan mereka,” ujarnya usai pertandingan.

Berkat kegigihan dari para anak asuhnya, Indonesia akhirnya berhasil menembus babak final dan nyaris mendulang medali perak. Meskipun di detik-detik akhir mereka disalip oleh China. “Kemudian dengan usaha sepersekian menit bagaimana bisa memperoleh medali. Alhamdulillah bisa dilewati, namun kita harus kerja keras lagi,” imbuhnya. (dan)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778