Pariwara
Ekonomi & Bisnis

Konawe Pasok Daging ke Luar Daerah

Jumrin

KENDARIPOS.CO.ID — Target Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menjadi daerah swasembada daging, terealisasi. Daerah yang dijuluki lumbung beras Sulawesi Tenggara itu juga mampu menyediakan stok daging bukan hanya untuk masyarakatnya, tapi juga untuk daerah lain. Jelang hari raya kurban, Konawe masih memiliki sedikitnya 1.000 stok sapi siap potong.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jumrin, menjamin, ketersediaan daging akan aman hingga pascalebaran. Maka tak heran Konawe juga menggagas diri sebagai daerah basis ternak di Sultra. “Kami tidak merasa khawatir menghadapi hari raya kurban, karena stok daging untuk ternak besar seperti sapi, dan ternak kecil seperti kambing, serta unggas ayam dan itik, dianggap masih lebih dari cukup,” ujarnya, Senin (20/8).

Menurutnya, sapi yang dijual sampai ke luar daerah mencapai 400 ekor sapi. “Ada yang menjual sampai Kalimantan. Ternak kita ada beberapa jenis, seperti sapi bali, limosin, simental, dan brahman. Kita tidak membatasi masyarakat menjual sapinya, justru itu keberhasilan supaya ekonomi masyarakat meningkat. Kami rencana buat Perda untuk mengetahui saja jumlah jelas ternak yang keluar dan masuk ke Konawe,” ungkapnya.

Untuk menunjang kesehatan daging, pihaknya terus mengawasi perkembangan populasi setiap jenis ternak dan rata-rata masih tersedia sekiranya seribu lebih hewan ternak siap potong, baik itu ternak besar ataupun kecil. “Setiap tahun kita tidak kekurangan stok daging. Apalagi, kalau hanya sampai lebaran, saya yakin tidak ada masalah. Di samping itu, kesehatan hewan ternak juga masih stabil, setiap tahun kami vaksinasi dan kami juga cepat tanggap bila ada warga yang melaporkan ternak sakit, sehingga lainnya tidak menjangkiti,” terangnya.

Selain karena masih banyak persediaan, antusiasme masyarakat Konawe dalam berternak juga sangat tinggi. Hal itu terbukti dari banyaknya proposal permintaan bibit ternak dari kepala desa. “Selain bertani, mayoritas masyarakat kita juga beternak. Jadi, dalam sehari itu biasa ada yang potong ternak pagi, kemudian sore harinya ada juga yang memotong. Hanya saja, rata-rata masih melakukan dengan cara lama, tapi kami masih terus mengimbau agar menyembelih di rumah potong hewan,” pungkasnya. (c/hel)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778