Pariwara
Bau-bau

BB Garam Dijual, BPOM Baubau Buka Segel Sitaan

AKHIRMAN/KENDARI POS
SEGEL DIBUKA : Para karyawan PT Graha Niaga Niaga Buton mulai melakukan aktivitas produksi garam. Padahal pihak BPOM masih melarang karena perusahaan itu belum memiliki kemasan baru untuk produknya.

KENDARIPOS.CO.ID — Penyitaan 75 ton garam cap Malige milik PT Graha Niaga Buton oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama tim gabungan Pemkot Baubau telah masuk bulan kelima. Pasca penyegelan dan penyitaan dilakukan, PT Graha Niaga Buton tak dibolehkan melakukan produksi, hingga berbagai kekurangan dokumen legalitas dipenuhi.

Namun diam-diam, perusahaan garam lokal itu tenyata sudah mulai melakukan operasional kembali. Karyawan sudah bekerja kembali dan bahan baku garam mulai diisi dalam kemasan siap edar. Bahkan, sejumlah barang bukti (BB) produk garam yang disita BPOM telah dijual. Mirisnya, tindakan pelanggaran atas penjualan BB oleh perusahaan garam tersebut tidak mendapat reaksi tegas dari BPOM. Justru sejumlah barang bukti produk garam yang sebelumnya disita dan dilakukan penyegelan karena dianggap ilegal, dikembalikan. Segelnya penyitaan dibuka.

“Sesuai permohonan, kita akan membuka segel, karena secara administrasi telah memenuhi persyaratan. Akan tetapi, karena kemasan yang dimiliki saat ini sudah lama, maka operasional belum bisa dilakukan. Harus menunggu kemasan baru yang memiliki sertifikat makanan dalam (MD),” argumen Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOM Sultra, Zalidun saat ditemui usai melakukan pemantauan di gudang PT Graha Niaga Buton, Selasa (17/7) lalu.

Soal tindakan pemilik perusahaan garam tersebut yang menjual BB sitaan BPOM, pihaknya mengaku masih akan melalukan evaluasi. “Nanti akan kita proses sesuai ketentuan yang berlaku,” alasannya.

Sementara itu, Pemilik PT Graha Niaga Buton, Jafar, mengungkapkan, penjualan barang bukti sitaan BPOM dilakukan karena adanya permintaan garam untuk pengasinan ikan. Sementara stok bahan baku garam tidak ada. “Jadi yang berkurang itu (barang bukti sitaan) bukan hanya diproses ke garam yodium tetapi juga untuk pengasingan ikan. Karena ada permintaan dan tidak ada bahan baku, maka kita bantu mereka dan saya rasa tidak ada masalah. Kemudian kita sampaikan juga ke pihak BPOM bahwa bukan hanya menjual yodium tetapi juga nonyodium,” terangnya.

Ia mengaku telah melengkapi kebutuhan administrasi yang disyaratkan. Makanya langsung bersurat ke BPOM untuk segera mengembalikan produksi garam yang sebelumnya disita. “Setelah kami mendapatkan SNI maupun sertifikat MD maka terhitung pada tanggal 9 Juli lalu, kami telah bersurat dengan resmi ke BPOM untuk segera mengembalikan barang sitaanya,” pungkasnya. (b/ahi)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778