Pariwara
Kolaka Utara

DPM-PTSP Kolut Pantau Tongkang Pengangkut Ore

MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
ANGKUT ORE : Kapal tongkang yang dipandu tugboat sedang berupaya mendekati pesisir Sulaho di Kolaka Utara. Diduga, kapal tersebut akan mengangkut ore nikel, tanpa berkoordinasi dengan pemerintah setempat.

KENDARIPOS.CO.ID — Dalam beberapa hari ini sebuah kapal tongkang berkapasitas 10 ribu metrik ton (MT) terlihat berlabuh di Dusun IV Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Armada angkut itu diduga hendak mengangkut tumpukan ore nikel yang sudah dikumpulkan di pesisir perkampungan nelayan tersebut. Kapal itu sendiri diduga hendak mendekati lokasi tambang PT Kolaka KIK dengan IUP PT. Citra Silikawa (CSM) yang telah dibekukan.

Di pesisir perkampungan nelayan itu, telah ada lima tumpukan ore siap angkut yang sebelumnya diduga dikeruk menggunakan alat berat secara diam-diam. Terdapat sebuah exavator hijau terparkir di belakang rumah warga namun bisa terpantau dari ketinggian. Seorang warga yang dijumpai di lokasi, berinisial LM, mengaku tak tahu menahu dan hanya sekadar melintas dari kebunnya. Namun ia membenarkan jika kerap datang sekelompok orang melihat ore itu.

“Kadang tengah hari datang, tetapi hanya sebentar saja. Tongkang ada di sebelah,” jelasnya. Tongkang dan tugboat itu memang berlindung di perkampungan sebelah. Jaraknya kurang lebih 100 meter dari pesisir perkampungan. Kapal tunda itu bernama Buana Expres 10 dan tongkang hitam Golden Way 3310 telah membuang jangkar. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kolut, Saiful Rasak, yang dikonfirmasi, Kamis (7/6) tidak menjamin kelegalan perusahaan yang mendatangkan tongkang tersebut untuk mengangkut ore.

Sebab tak ada laporan atau penyampaian ke pihaknya. Makanya diduga kuat hendak melakukan pencurian. “Kewajiban kami mengontrol. Mereka harus datang melapor, karena ini daerah kami agar diperiksa dokumennya apakah memenuhi persyaratan atau tidak hingga saya koordinasikan. Kalau diam-diam itu ada niat dan upaya mencuri,” sindirnya, kamis (7/6). Pihaknya juga sudah menyampaikan hal itu ke Kapolres Kolut, AKBP Bambang Satriawan untuk menindak dugaan upaya pencurian itu. Tongkang itu seharusnya tak diizinkan merapat ke pesisir apalagi mengangkut ore. “Jangan coba main kucing-kucing karena saya akan menyurat langsung ke pusat kalau sampai merapat ke Jeti,” ancam Saiful Rasak.

Sebagaimana diketahui, Dusun IV Desa Sulaho merupakan perkampungan nelayan yang tercemari aktivitas penambangan. Tanah dan airnya memerah serta telah banyak pepohonan mati akibat endapan ampas nikel yang menutupi wilayah itu bertahun-tahun. (b/rus)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778