Pariwara
Metro Kendari

Pj Gubernur Sultra : Puasa Jam Kerja Dikurangi, Tapi Kinerja Harus Maksimal

Penjabat (Pj) Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi

KENDARIPOS.CO.ID — Besok (17/5/2018) akan menjadi hari istimewa buat umat muslim di dunia. Mereka akan memasuki bulan suci ramadan. Sebagai bentuk dukungan pemerintah kepada aparatur sipil negara (ASN) beragama Islam, jam kerja abdi negara itu dikurangi selama bulan puasa. Pengurangan jam kerja tercantum dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 336 tahun 2018 tentang Penetapan Jam Kerja ASN, TNI, dan Polri pada Bulan Ramadhan, jam kerja dikurangi satu jam dari biasanya.

Pj. Gubernur Sultra, Teguh Setyabudi membenarkan hal itu. Kata dia, sudah menjadi kebijakan tahunan pemerintah bila memasuki ramadan ada pengurangan jam kerja. Untuk hari Senin sampai dengan Kamis masuk pukul 08.00 – 15.00 wita. Sementara waktu istirahat yakni 12.00 – 12.30 Wita. Sedangkan Jumat jam kerja dimulai pukul 08.00 – 15.30 wita dan waktu istirahat 11.30 – 12.30 wita. “Tapi pelayanan kan tetap maksimal. Kita ingatkan ke semua ASN untuk tetap disiplin waktu, apalagi sudah ada pengurangan jam kerja begitu,” kata Teguh. Sementara itu, Plt. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menegaskan, tugas dan fungsi ASN tidak berkurang meski mendapat potongan jam kerja selama ramadan.

Sedang menjalankan ibadah puasa kata dia tidak boleh menjadi alasan untuk tidak memberikan pelayanan maksimal. “ASN harus tetap disiplin, jangan ada yang beralasan karena puasa,” tegasnya. Bekerja dibulan suci ramadan, lanjut dia, harus ditanamkan dalam jiwa setiap ASN bahwa itu adalah ibadah. “Makanya kenapa HUT ke-187 Kota Kendari belum lama ini dikemas lebih religius dan dimulai dengan zikir. Ini salah satunya agar kita bisa menyiapkan diri,” terangnya.

Mantan anggota DPRD Kota Kendari ini mengingatkan pula tentang kesadaran beragama itu harus sejalan dengan kesadaran profesional. “Semakin sadar maka semakin tinggi ptofesional. Tidak ada yang beralasan kondisi puasa maka datang terlambat, maka cepat pulang dan lainnya,” ungkapnya. Lebih jauh Ketua DPD PKS Kota Kendari ini meminta agar semua unsur pimpinan di organisasi perangkat daerah (OPD) atau unit kerja harus aktif memantau kinerja bawahannya. Sesuai dengan Perwali, ada konsekuensi pemotongan TKD bagi ASN yang malas. “Kalau memang tidak maksimal maka berikan penilaian seperti itu. Sebab, itu kewajiban kita sebagai pimpinan,” pungkasnya. (b/ely)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778