Pariwara
Konawe

Persiapan Umat Hindu Sambut Nyepi di Konawe, Gelar Melasti di Sungai Konaweeha

UPACARA MELASTI: Seribuan umat Hindu berkumpul di Bendungan Wawotobi, Desa Anggopiu, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, Rabu (14/3). Mereka menggelar upacara Melasti menyambut gari raya Nyepi. Foto: Helson Mandala Putera/Kendari Pos

KENDARIPOS.CO.ID — Bendungan Wawotobi tampak ramai. Tak seperti biasanya, kali ini didatangi warga dengan pakaian khas masyarakat Bali. Ternyata, mereka umat Hindu se-Kabupaten Konawe yang sedang melaksanakan upacara Melasti. Jumlah mereka sekira seribuan lebih. Sebelum upacara Melasti yang dipusatkan di Sungai Konaweeha dimulai, mereka terlebih dahulu berjalan kaki dari lokasi pertemuan. Jaraknya, sekira 400 meter dari bendungan di sungai tersebut. Mereka menjunjung segala macam sesembahan, diiringi alunan musik khas Bali.

Sebagian menggunakan busana bernuansa asli Bali, yakni kebaya putih dan selendang kuning untuk wanita. Lalu kemeja putih dan sarung untuk pria. Sedangkan sisanya menggunakan pakaian bercorak khas budaya Tolaki, terbalut sarung dan penutup kepala khas Bali. Butuh waktu beberapa jam mereka menuntaskan ritual tersebut. “Umat Hindu se-Kabupaten Konawe melaksanakan salah satu rangkaian hari raya Nyepi, yakni Melasti. Maknanya adalah untuk membuang segala hal kotor yang ada di dunia ini, termasuk dalam diri kita sendiri,” kata Kadek Rai Sudiani, Ketua Panitia usai melakukan melasti.

Proses Melasti itu, diakhiri dengan melarutkan sejumlah persembahan yang dibawa oleh umat Hindu ke sungai Konaweeha. Dipilih pinggir sungai Konaweeha sebagai tempat melaksanakan melasti, juga untuk mengenang dan menghormati para leluhur kerajaan Konawe. Apalagi, sungai Konaweeha memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Konawe. Salah satunya sebagai sumber air pertanian, yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat.

Dia berharap, dengan melakukan Melasti bersama umat Hindu se-kabupaten, maka setelah hari raya Nyepi tahun baru caka 1940, hubungan dalam masyarakat bisa semakin harmonis dan solid. “Melalui Catur Brata penyepian, kita tingkatkan solidaritas sebagai perekat keberagaman dalam menjaga keutuhan NKRI. Ke depan kita harap dapat menjalani hubungan yang harmonis, baik dengan pencipta, maupun dengan alam lingkungan kita. Serta hubungan harmonis antar sesama manusia,” jelas Ketua Komisi I DPRD Konawe tersebut.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sultra, Nengah Sumarata, yang turut menghadiri acara tersebut, mengaku bangga dan senang atas terselenggaranya upacara melasti dengan ramai dan lancar. Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah dan DPRD Konawe, yang mendukung pelaksanaan Melasti.

“Saya lihat sangat ramai. Padahal belum tentu di provinsi kita bisa membuat acara seperti ini. Kami mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya, karena mendukung penuh kegiatan ini. Sehingga umat Hindu di Konawe dapat melakukan ibadah dengan nyaman dan lancar,” terangnya. Dia menambahkan, bahwa tujuan melasti adalah membuang segala hal buruk yang telah lalu, dan siap membuka lembaran baru. Melakukan nyepi, melaksanakan puasa, puasa bekerja, puasa bicara, puasa makan, namun hanya merenungi apa saja yang telah dilakukan sebelumnya, supaya menjadi lebih baik lagi. “Konawe luar biasa. Bisa melaksanakan Melasti semeriah ini. Pakaiannya juga seragam. Semoga di tahun baru caka ini, ke depannya kita semua akan lebih baik,” tutupnya.

Upacara Melasti merupakan prosesi spiritual keagamaan umat Hindu. Tujuannya, guna menyucikan alam semesta dari segala kekotoran dan kejahatan, yang ditandai dengan ritual melarutkan persembahan ke sungai Konaweeha. Kegiatan ini sebagai persiapan menyambut hari raya Nyepi, 17 Maret, besok. (b/*)

loading...
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

loading...

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: [email protected] Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778

Notice: ob_end_flush(): failed to send buffer of zlib output compression (1) in /home/kendari1/public_html/wp-includes/functions.php on line 3778