Kakanwil Kemenag Sultra, Zainal Mustamin (dua dari kanan) menyerahkan cendera mata kepada mantan Kakanwil Kemenag Sultra, Fesal Musaad (dua dari kiri) saat pisah sambut di Rujab Gubernur Sultra, Kendari, Jumat (5/11)

-Pisah Sambut Kepala Kanwil Kemenag Sultra

KENDARIPOS.CO.ID– Pucuk pimpinan di Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sultra sudah berganti sejak Jumat (8/10) lalu. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menunjuk Zainal Mustamin sebagai nakhoda baru Kemenag Sultra. Zainal Mustamin menggantikan posisi Fesal Musaad yang percaya menjadi Kepala Biro (Karo) Umum Sekretariat Jenderal Kemenag Agama RI di Jakarta. Kedua kolega itu menggelar pisah sambut di rumah jabatan Gubernur Sultra, tadi malam.

Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Zainal Mustamin menegaskan tekadnya siap melanjutkan apa yang telah dirintis Fesal Musaad dalam membangun dan menjaga eksistensi Kemenag Sultra. Misalnya memperkuat hubungan atau sinergisitas internal maupun eksternal yang lebih kokoh. Agar tercipta akselerasi program kerja secara berkelanjutan.

“Selain itu, menjaga keakraban umat beragama berbasis budaya dan kearifan lokal. Merawat kekerabatan antara sesama, saling menyayangi, tolong menolong dan menjunjung tinggi tali persaudaraan,” kata Zainal Mustamin dalam acara pisah sambut di rujab Gubernur Sultra, Jumat (5/11) malam.

Hal esensial lainnya, kata Zainal, yakni senantiasa mendukung Pemprov Sultra menjalankan program kerja dalam bingkai gerakan akselerasi pembangunan daratan dan kepulauan (Garbarata).

Pada kesempatan yang sama, Fesal Musaad mengaku menerapkan prinsip melayani masyarakat dengan penuh rasa cinta selama menjabat sebagai Kepala Kanwil Kemenag Sultra. Prinsip tersebut senantiasa terpatri menjadi pedoman dalam bekerja sehari-hari. Dia pun menuai dampak positifnya, yakni program kerja yang dicanangkan selalu berjalan baik dan lancar.

“Dalam bekerja harus mengedepankan rasa, hati, dan kegembiraan. Agar muncul suasana kondusif, tenteram dan harmonis. Apapun masalah yang dihadapi, dapat teratasi dengan sukses dan cepat,” kata Fesal Musaad.

Ia berpesan kepada pelanjutnya, Zainal Mustamin, agar bekerja membantu Pemprov Sultra sesuai tugas dan wewenang. Peran Kemenag Sultra, kata dia, sangat strategis dan esensial dalam tatanan pemerintahan yang harmonis, sinergi, berbudaya, religius, aman dan damai.

Selama menjabat sebagai Kemenag Sultra, satu tahun delapan bulan, Fesal Musaad menuturkan kesan masyarakat Sultra yang sangat ramah. Fesal menganggapnya sebagai keluarga. “Sultra ini telah menjadi kampung halaman saya. Sampai kapanpun tidak akan pernah saya lupakan. Bahkan ke depan akan lebih sering berkunjung pulang kampung di Sultra,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas berharap agar nahkoda baru Kemenag Sultra bersinergi dengan Pemprov Sultra dalam membumikan program Sultra beriman. “Bagi saya, Fesal Musad adalah sahabat saya. Kini naik kelas ke Kemenag RI. Mudah-mudahan Zainal Mustamin bisa mengukir prestasi gemilang sebagaimana kerja-kerja Fesal Musad,” kata Lukman Abunawas.

Terpisah, Gubernur Sultra Ali Mazi menyampaikan, selamat jalan kepada Fesal Musad dan selamat menjalankan tugas yang baru kepada Zainal Mustamin. Ia mengucapkan selamat berpisah kepada Fesal Musad, kendati jauh di mata, namun tetap dekat di hati. “Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi bekerja untuk Sultra. Mudah-mudahan Kakanwil Sultra konsisten membangun sinergisitas dengan semua elemen. Dan merespons berbagai tuntutan di tengah masyarakat,” kata Ali Mazi.

Kemenag Sultra berperan penting melayani masyarakat, seperti pernikahan, haji, umrahmenjaga kerukunan antara umat beragama, dan lain-lain. Secara faktual, pelaksanaan dan peran fungsi Kemenag Sultra sangat berimplikasi positif terhadap pemerintah daerah. “Saya bersama Lukman Abunawas bercita-cita membangun Sultra yang aman, maju, dan sejahtera. Sinergisitas dengan Kakanwil Kemenag Sultra sangat dibutuhkan untuk mewujudkan misi tersebut,” pungkas Ali Mazi. (ali/b)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.