Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono (topi hitam) sedang mencoba aplikasi Laut Nusantara. Aplikasi Laut Nusantara diharpakan bisamendukung upaya pemerintah dalam memperkuat digitalisasi sektor perikanan tangkap.

-Kembangkan Aplikasi Laut Nusantara

KENDARIPOS.CO.ID–Guna memperkuat digitalisasi sektor perikanan tangkap, XL Axiata terus mengembangkan aplikasi Laut Nusantara. Aplikasi tersebut diharapkan bisa membantu peningkatan dan pemerataan literasi digital di kalangan nelayan kecil yang pada akhirnya akan bisa membantu memacu produktivitas mereka.

Chief Corporate Affairs Officer XL Axiata, Marwan O Baasir mengaku, saat ini terdapat sekitar 55 ribu pengguna aktif aplikasi Laut Nusantara. Mayoritas penggunanya merupakan masyarakat nelayan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bersama Balai Riset dan Observasi Laut (BROL), serta sejumlah pemerintah daerah, pihaknya juga terus melaksanakan sosialisasi kepada lebih dari 5.000 nelayan di 29 kota/kabupaten di berbagai provinsi tentang penggunaan aplikasi ini.

“Tujuan utama kami adalah berharap nelayan Indonesia mampu meningkatkan kualitas hidup mereka melalui penggunaan teknologi digital,” kata Marwan.

 lanjut dia, implementasi aplikasi Laut Nusantara secara luas ke berbagai daerah merupakan bagian dari komitmen XL Axiata dalam upaya memberikan edukasi dan peningkatan literasi digital di kalangan nelayan kecil.

Program ini juga searah dengan upaya perluasan jaringan 4G ke berbagai pelosok Nusantara, termasuk ke area-area 3T (tertinggal, terdepan, terluar), di mana sebagian di antaranya ada di wilayah pesisir.

Selain terus memperluas jaringan, XL Axiata berusaha untuk ikut mendorong peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat yang masih awam dengan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas mereka.

Marwan menambahkan, pengembangan aplikasi Laut Nusantara saat ini sudah sampai pada memperkaya fitur-fitur yang bisa mendeteksi lokasi keberadaan jenis-jenis ikan dengan nilai ekonomi tinggi.

“Ikan-ikan tersebut adalah Lemuru Bali, Tuna Mata Besar, Cakalang, Tuna Sirip Kuning, Tuna Sirip Biru, dan Albacore. Saat ini XL Axiata dan BROL juga sedang menyiapkan fitur baru untuk mendeteksi keberadaan ikan bernilai ekonomi tinggi lainnya,” kata Marwan. (rls/ags)