–Warkop Haji Anto Sohor Berkat Kendari Pos


KENDARIPOS.CO.ID — Warung kopi (Warkop) di Kota Kendari tumbuh subur. Ada yang tetap bertahan. Tak sedikit pula yang hanya seumur jagung. Apalagi di tengah hantaman pandemi Covid-19. Menjaga dan merawat kesetiaan pelanggan akan cita rasa kopi yang ditawarkan bukan perkara mudah. Tantangan menjaga pelanggan setia mampu dibuktikan H. Ismail Salam. Warkopnya tak pernah sepi dari pengunjung.

Pemilik Warkop Haji Anto itu sudah khattam merawat cita rasa kopi khas Warkop Haji Anto.Buktinya, sejak tahun 2006 hingga kini, Warkop Haji Anto tetap kokoh, meski di tengah badai pandemi Covid-19. Hebatnya lagi, Ismail Salam membuka gerai ketiga di masa pandemi ini yang terletak di jalan Buburanda Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu. Tiga warkop Haji Anto berdiri kokoh di jantung ibu kota Sultra.

Ismail Salam berbagi cerita pengalaman ketika pertama kali merintis warkop Haji Anto. Tahun 2006, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional digelar di Kota Kendari. Ribuan kontingen dari seluruh Indonesia memadati ibu kota provinsi Sultra. Ismail menangkap peluang bisnis dari padatnya kafilah MTQ kala itu. Ismail terbesit ide mendirikan warkop.

Wadir Keuangan, Personalia dan Umum Agus Tranhadi (kanan) bersama Owner Warkop Haji Anto, H. Ismail Salam yang menjadi narasumber dalam program dialog Kendari Pos Channel di Warkop Haji Anto, Jl. ZA Sugianto, Kendari, Kamis (4/11). (Heeryl/Kendari Pos)

“Saat itulah saya mulai merintis tepatnya di jalan Saranani kelurahan Korumba Kecamatan Mandonga. Ketika itu warkop belum terlalu familiar di Kota Kendari. Kecuali bagi mahasiwa yang pernah kuliah atau merantau ke Makassar atau kota lain, pasti tahu soal warkop,” kata Ismail Salam saat menjadi pembicara di Kendari Pos Channel di Warkop Haji Anto 2, Kamis (4/11).

Ada tantangan berat saat pertama kali merintis. Yaitu saat mengenalkan warkop di tengah masyarakat. Bahkan terkadang, kata dia, banyak orang salah masuk. Mengira menjual makanan, yang nyatanya adalah menjual kopi dan menu makanan ringan. “Melihat kejadian itu, saya menempuh jalur promosi. Salah satunya melalui surat kabar koran Harian Kendari Pos. Sasarannya waktu itu agar pembaca surat kabar mengetahui bahwa di Kota Kendari ada warkop. Karena koran saat itu adalah sesuatu yang mewah dan elegan sebagai tempat sosialisasi dalam bentuk iklan,” ujar Haji Anto sapaan akrab Ismail Salam.

Tak butuh waktu lama, brand warkop Haji Anto langsung terkenal seantero Kota Kendari berkat promosi di Koran Kendari Pos. Pelanggan Warkop Haji Anto pun bertambah banyak. “Mengenai filosofi kata-kata jika mau jadi pejabat wali kota, Bupati, DPRD, Gubernur, minum kopi di haji Anto, karena saat pertama kali merintis warkop kala itu momentum pilkada. Di satu sisi hasrat minum kopi warga Kendari sangat tinggi. Makanya saya berani menulis slogan itu. Mulai tahun 2006, 2007, 2008, merupakan momentum tahun politik,”bebernya.

Meski warkop tumbuh dan bertebaran di Kota Kendari, Ismail Salam mengaku tak khawatir. Sebaliknya memberi pengaruh positif dalam mengelola usahanya. Bagi Ismail Salam, agar tetap kokoh di tengah persaingan ketat, maka pemilik warkop harus kreatif dan inovatif mengembangkan usaha. Bertambahnya jumlah warkop sebagai pertanda perekonomian di Kota Kendari bertumbuh.

Ismail Salam meyakini bisnis warkop ke depan akan semakin berkembang dan maju. Sebab, ngopi bukan sekadar minum kopi melainkan kebutuhan dan gaya hidup. Sekadar diskusi dan bertemu relasi bisnis pun kini di warkop. “Saat ini Warkop Haji Anto berjumlah tiga kedai. Dengan tambahan tersebut adalah menjawab kebutuhan masyarakat. Kota Kendari saat Sabtu dan Minggu itu banyak masuk orang dari luar daerah,” ungkapnya.

Salim Ismail berpesan, dalam menekuni usaha kopi atau usaha apapun kuncinya harus fokus. Jangan terbagi-bagi atau pecah. Intinya fokus sampai berhasil. (ali/c)

Intinya Fokus Sampai Berhasil

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.