I NGURAH PANDI S/KENDARI POS
HIDUP SEHAT : Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga (keempat dari kanan) didampingi Ketua TP-PKK, Hj. Nurlin Surunuddin (keempat dari kiri) usai menghadiri deklarasi Ranomeeto sebagai Kecamatan Stop BABS.

— Ranomeeto Jadi Kecamatan Bebas ODF

KENDARIPOS.CO.ID–Persoalan buang air besar sembarangan (BABS) atau open defecation free (ODF) di kalangan masyarakat, menjadi sorotan utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel). Pasalnya, perilaku membuang tinja sembarangan, berpengaruh pada penyebaran penyakit berbasis lingkungan.

Berdampak buruk bagi kesehatan dan mencemari persediaan air bersih. Salah satu upaya mewujudkan wilayah bebas BABS, maka Ranomeeto dideklarasikan sebagai kecamatan Stop BABS. Deklarasi dilakukan di Puskesmas Ranomeeto dan ditandai dengan pembacaan naskah komitmen 100 persen stop BABS oleh Camat Ranomeeto, Ambolaa bersama para Kades dan lurah setempat, Selasa (23/11).

Deklarasi yang juga bagian dari rangkaian peringatan HKN ke-57 itu disaksikan langsung Bupati Konsel, H. Surunuddin Dangga bersama Ketua TP-PKK, Hj. Nurlin Surunuddin dan Kadis Kesehatan, dr H Maharayu, Kadis Kominfo, Drs Anas Mas’ud dan Kepala UPTD Puskesmas Ranomeeto, dr. Muh Yunus. Surunuddin mengapresiasi langkah tersebut dalam upaya menyadarkan masyarakat terkait pentingnya menjaga kesehatan keluarga. “Terlihat komitmen dan bukti nyata efektifitas pendekatan program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) oleh Pemerintah Kabupaten,” katanya, kemarin.

Surunuddin menambahkan, penyediaan sanitasi yang baik dengan penggunaan jamban sehat melalui pendekatan program STBM menjadi salah satu solusi dan komitmen yang ditawarkan Pemkab Konsel. Penganggarannya dilakukan melalui dana desa dan APBD. “Pemerintah telah memberikan perhatian dibidang higiene dan sanitasi dengan menetapkan ODF Kecamatan Ranomeeto, disusul kecamatan lainnya. Itu sejalan dengan komitmen kita untuk mencapai target millenium development goals. Yakni peningkatan akses air minum dan sanitasi dasar khusus penduduk yang belum terakses,” ungkap Konsel-1 tersebut.

Sementara itu Kepala Puskesmas Ranomeeto, dr. Muhammad Yunus, mengatakan, deklarasi itu merupakan implementasi perintah Bupati, Surunuddin. Juga sesuai amanah Permenkes nomor 3 tahun 2014 tentang STBM yang memiliki lima pilar program kesehatan. Salah satunya stop BABS. “Ditunjuknya Ranomeeto sekaligus kecamatan pertama di Konsel, karena memenuhi proses verifikasi yang telah diadakan sebelumnya oleh pihak berkompeten. Komunitas masyarakat setempat dinyatakan secara kolektif telah bebas dari perilaku BABS,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Surunuddin bersama Ketua TP-PKK Konsel, Hj. Nurlin Surunuddin, menyerahkan plakat penghargaan dan hadiah bagi pemenang pengelola program Puskesmas tingkat Kecamatan Ranomeeto. Terbaik kategori umum adalah Posyandu Anawai, Desa Laikaha dan Posbindu Desa Amoito, juga pada Kader UKBM, Seventin dari Desa Amoito, Melani di Desa Kota Bangun, Nendang dari Desa Laikaha dan Kader Posbindu Desa Amoito, Caterina, di Desa Langgea, Seniwati dan Desa Kota Bangun, Sutriani. Untuk kategori desa dan PKK dengan partisipasi serta kerja sama lintas sektor bidang kesehatan diraih Desa Rambu-rambu Jaya. (b/ndi)

Tinggalkan Balasan