FOTO: MUH. ABDI ASMAUL AMRIN/KENDARI POS
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir (tengah), Dirut Kendari Pos Irwan Zainuddin (kanan), dan Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi (kiri) dalam forum Teporombua di Graha Pena Hall Kendari Pos, Senin (15/11) kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID– Forum Teporombua yang digelar Pemkot Kendari dan koran Harian Kendari Pos benar-benar dimanfaatkan warga. Satu per satu perwakilan warga dari menyampaikan aspirasinya kepada Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. Ada pula yang bertanya. Teporombua menjadi ajang rakyat bertanya, Sulkarnain menjawab.

Ketua RT 023/RW 007 Kelurahan Puunggolaka, Sarifun, menyampaikan aspirasnya terkait kondisi infrastruktur jalan di Kawasan Perkuburan (Puuwatu) yang rusak dan butuh perbaikan. “Kami sudah usul 1.500 meter perbaikan. Tapi yang terealisasi baru 300 meter. Mohon agar ditindaklanjuti,” kata Sarifun kepada Wali Kota Sulkarnain dalam forum Teporombua di Graha Pena Hall Kendari Pos, Senin (15/11) kemarin.

Selain Sarifun, Ketua RT 003 Kelurahan Lalodati, Roslina mempertanyakan kondisi penerangan jalan yang belum maksimal di lingkungannya. Sebab, masih ada beberapa ruas jalan, utamanya yang menghubungkan wilayah perkuburan (Puuwatu) dengan Lalodati belum terpasang penerangan jalan.
“Kalau sudah sore, jalan itu sudah gelap. Mudah-mudahan segera dipasang lampu jalan,” kata Roslina.

Aspirasi juga disampaikan Safruddin selaku Ketua RW 002 Kelurahan Abeli. Safruddin mengeluhkan mobil pengangkut sampah yang jarang beroperasi dilingkungannya. Akibatnya, sampah menumpuk dan menimbulkan aroma menyengat.

“Kami akan membangun bak sampah secara swadaya. Tapi kami khawatir truk pengangkut sampah tidak beroperasi di Abeli. Karena selama ini, hanya sekali seminggu truk sampah masuk di Abeli. Mohon diperhatikan khususnya Dinas Kebersihan (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan,red),” kata Safruddin.

Menerima berbagai aduan itu, Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengaku akan segera menindaklanjuti berbagai permasalahan yang dihadapi warga. Khusus perbaikan infrastruktur jalan di Kawasan Perkuburan, Sulakrnain mengaku akan menyelesaikan secara bertahap. Sebab, kondisi yang sama terjadi di titik lainnya sehingga penyelesainnya harus merata dan adil. Ia berjanji akan segera menuntaskan sisa pekerjaan yang belum diselesaikan.

“Saya juga minta RT, RW, lurah, dan camat untuk membantu pemerintah dalam membangun infrastruktur jalan, karena terkadang pembangunan terkendala izin dari pemilik lahan yang tidak mau lahannya dilewati jalan. Nah ini harus tuntas dulu agar tidak terjadi problem ke depannya,” kata Wali Kota Sulkarnain.

Soal penerangan jalan di kawasan Lalodati akan ditangani melalui program Kendari Terang. Saat ini terdapat sekira 4.000 lampu untuk menerangi titik-titik yang masih gelap. “Saya sudah minta Bagian SDA (Sumber Daya Alam) untuk menginventarisir wilayah kita yang belum memiliki penerangan. Termasuk di Kelurahan Lalodati,” imbuh Wali Kota Sulkarnain.

Adapun aspirasi warga Abeli soal pengangkutan sampah, Wali Kota Sulkarnain mengaku dalam kurun waktu satu minggu ini, sampah-sampah yang ada di Abeli bakal terangkut. Saat ini, ada tambahan armada sembilan unit truk pengangkut sampah yang akan beroperasi di seluruh Kota Kendari termasuk di Abeli.

Selain itu, Pemkot sedang mengadakan sekira 45 motor roda tiga pengangkut sampah yang akan ditempatkan di setiap kelurahan. “Jadi nanti sampah milik masyarakat akan diangkut dari rumah ke rumah. Masyarakat tidak perlu repot-repot ke TPS (Tempat Pembungan Sampah). Nanti ada petugas dari kelurahan dan DLHK yang mengangkut,” tutup Sulkarnain Kadir. (ags/b)

Tinggalkan Balasan