Romeo Syahrir

KENDARIPOS.CO.ID–Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Wakatobi tahun 2021 ini, masih minim. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha dalam membayar pajak yang masih kurang. Selain dari pajak, sumbangan PAD Wakatobi juga berasal dari retribusi.

Ada sepuluh item yang menjadi sumber pajak daerah selama ini. Diantaranya, pajak hotel, restoran, tempat hiburan, pajak parkir, pajak reklame, pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak penerangan jalan, logam dan batuan hingga pajak mineral serta lainnya.

Dari sepuluh objek yang menjadi potensi pajak di Kabupaten Wakatobi ini, belum ada satupun yang menyumbang secara maksimal. Sehingga hampir setiap tahun PAD Wakatobi belum capai target. Selain kepatuhan, salah satu penyebab belum maksimalnya PAD Wakatobi adalah ekonomi yang dinilai masih lesu. Apalagi pandemi Covid-19 sampai saat ini belum berakhir.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD), Romeo Syahrir, menjelaskan, untuk mengetahui capaian PAD tahun 2021 harus menunggu hingga akhir Desember mendatang. Namun, ia memastikan PAD Wakatobi tahun ini juga masih minim.“Untuk pencapaiannya harus kita tunggu sampai Desember mendatang. Barulah akan dilihat secara pasti berapa PAD kita selama setahun ini.

Tapi untuk pencapaian PAD kita masih minim,” ulangnya, menegaskan, kemarin. Romeo mengungkapkan, masyarakat maupun pelaku usaha sebenarnya terus berupaya membayar pajak. Hanya karena faktor ekonomi yang belum membaik, sehingga penerimaan tak maksimal. “Tetap membayar pajak, tapi belum maksimal. Dari sepuluh objek pajak kita itu semuanya rata-rata belum maksimal,” tambahnya tanpa menyebut berapa PAD yang sudah terealisasi hingga kini dan target sesungguhnya. (c/thy)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.