Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid menekan tombol launching gerakan Moderasi Beragama Madrasah di Pelataran Ummushabri Kendari, kemarin. Didampingi Kepala Kemenag Sultra Zainal Mustamin (dua kiri) dan Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Sultra Muh Saleh (kiri)

KENDARIPOS.CO.ID– Wakil Menteri Agama KH. Zainut Tauhid meresmikan “Gerakan Moderasi Beragama di Madrasah” di pelataran Pesantren Ummushabri Kendari, kemarin (14/11).

Kegiatan yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Sultra itu dihadiri Kepala Kemanag Sultra Zainal Mustamin, Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Sultra Muh. Saleh, serta pimpinan Kemenag kabupaten/kota se Sultra.
Kesempatan itu, Zainut Tauhid mengapresiasi Pesantren Ummusabri yang akan menjadi pionir gerakan ini. Ia berharap apa yang dilakukan Ummushabri dapat diikuti oleh madrasah lain di Bumi Anoa. Dan tentu, Kemenag RI akan memberikan dukungan.
Ia menguraikan moderasi beragama adalah program unggulan Kemenag, yang terus dikampanyekan. Apalagi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional, program itu menjadi prioritas. Oleh Menteri Agama Yaqut Cholil, moderasi beragama menjadi program prioritas di antara program prioritas lainnya, seperti indeks kerukunan umat beragama.

Moderasi beragama, bukan yang dimoderatkan agamanya. Lebih dari itu. Agama sudah sejatinya, menjadi nilai yang tumbuh dan berkembang di dalamnya. Yang perlu dimodertkan adalah cara pemahaman dalam beragama, dalam menjalankan ajaran agama,” argumentasinya.

Ada satu kelompok, yang cara beragamanya sangat ekstrem dan liberal. Cara pemahaman seperti itu kurang tepat. Pemahaman yang hanya berdasarkan tekstual, bisa terjebak pada pemahaman yang sempit. Harusnya
beragama, kata dia, mesti secara utuh memaknai ayat suci.
Karena itu, bagi dia, penting memperkuat ukhuwah islamiah. Apalagi masih banyak masalah besar di negeri ini, yang mesti diatasi, seperti kemiskinan, kebodohan dan lainnya. Ketimbang mempersoalkan perbedaan.

Sebelumnya, Kepala Kemenag Sultra, H. Zainal Mustamin mengatakan gerakan moderasi beragama akan menciptakan iklim yang baik di lingkungan madrasah. Dengan begitu, pemahaman tenaga pendidik dan peserta didik akan lebih baik dalam soal keagamaan. Sementara itu, Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Sultra, Muhammad Saleh menguraikan setelah moderasi beragama dilaunching oleh Wamen di Pesantren Ummushabri, maka akan ditindaklanjuti dengan meluncurkan gerakan itu pada madrasah se Sultra. Rencananya akan dilakukan di Kabupaten Buton lebih dulu, lalu dilanjutkan ke daerah lainnya. Dengan adanya gerakan moderasi beragama, kata dia, maka berdampak pada pemahaman tentang keberagaman oleh guru-guru madrasah. (dan)

Tinggalkan Balasan