Amrin Fiini

Pemkab Minta Pendampingan BPKP Sultra

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna menerima uang muka Rp Rp58 miliar atau 25 persen dari total Rp 233 miliar yang dipinjam dari PT. Sarana Multi Infrastruktur melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kendati sudah cair, pelaksanaan pekerjaan belum dapat dimulai.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Muna, Amrin Fiini mengungkapkan, uang muka dana pinjaman tersebut sudah masuk ke rekening kas umum daerah, Senin (8/11). Uang muka yang masuk itu merupakan pencairan tahap pertama setelah kedua belah pihak menandatangani memorandum of understanding (MOU), 17 September lalu.
Pencairan itu, kata Amrin Fiini, cukup terlambat akibat proses lelang proyek yang terhambat.

“Tetapi alhamdulillah uangnya sudah cair dan sekarang sudah masuk kas,” jelasnya, Selasa (9/11).

Amrin menambahkan, setelah menerima uang muka, Pemkab bakal berkonsultasi dengan perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sultra untuk mendapat pendampingan.
Sebelumnya, Pemkab mendapat perhatian dari Koordinator Wilayah IV Korsupgah KPK ihwal masa pelaksanaan kegiatan dana pinjaman yang berpotensi menyeberang tahun anggaran. Sedangkan kontrak pinjaman tersebut hanya berjangka enam bulan atau hingga Maret 2022.

“Besok kami langsung ke BPKP untuk koordinasi dan minta pendampingan tentang teknis pelaksanaan kegiatan supaya tidak menabrak aturan,” jelasnya.

Dilanjutkannya, pinjaman Pemkab tersebut mulanya diajukan senilai Rp401 miliar, namun mengalami pengurangan hingga menjadi Rp 233 miliar. Pinjaman itu diangsur selama delapan tahun dengan pokok dan bunga setiap tahunnya mencapai Rp 45 miliar.
Amrin menyebutkan, tahun 2022 mendatang, Pemkab sudah harus menganggarkan dalam APBD untuk pembayaran angsuran pertama pinjaman tersebut.

“Kita sudah mulai bayar tahun depan. Jumlahnya sekitar Rp45 miliar,” imbuhnya. (Ode/b)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.