KENDARIPOS.CO.ID — Sorak sorai masyarakat Kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah (Buteng) pecah di lapangan Gelora Nusantara, Minggu (7/11). Kebahagiaan mereka membuncah mengiringi peresmian pembangunan perpipaan dan air bersih di wilayah itu. Puluhan tahun menanti, air bersih kini mengalir hingga ke dapur rumha-rumah warga. Peresmian dilakukan secara langsung oleh Bupati Buteng, H Samahuddin.

Bupati Samahuddin menyebut persembahan air bersih itu sudah menjadi agenda prioritasnya sejak awal dilantik sebagai Bupati Buteng. Kata dia, saat berkampanye di pulau terluar kepulauan Buton itu, Bupati Samahuddin menjanjikan air bersih bisa dinikmati warga. Di tahun ke empat menjabat, janji itu tunai dibayar dengan sambungan pipa ke 2.600 pelanggan.

Bupati Buteng, Samahuddin (tengah) didampingi Ketua DPRD Buteng, Bobi Ertanto (kanan), Dirut PDAM Buteng, Muhiddin (kiri), dan perwakilan tokoh masyarakat Talaga Raya meresmikan pembangunan perpipaan dan air bersih, Minggu (7/11). YULI / KENDARI POS

Bupati Samahuddi mengatakan sekira Rp13 miliar anggaran telah digelontorkan untuk pembangunan perpipaan yang mengalirkan air bersih untuk dua kecamatan di Talaga Raya dan Mawasangka Timur. Total sambungan rumah untuk kedua kecamatan itu mencapai 3.976. Di Talaga Raya sekira 2.600 yang mencakup enam desa dan satu kelurahan yaitu Kelurahan Talaga Raya, Desa Talaga Dua, Desa Liwu Lompona, Desa Panggilia, Desa Talaga Besar Desa Kokoe, dan Desa Wulu.

“Satu kesyukuran saya bahwa hari ini sudah ada PDAM yang masuk di Talaga Raya, karena saya ingat, pertama saya kampanye di sini, saya menjanjikan air bersih itu. Alhamdulilah, di penghujung masa tugas saya di periode ini dapat saya wujudkan. Memang lama karena perjuangan kita sangat panjang, di samping medannya, anggarannya juga terbatas,” jelasnya kepada Kendari Pos, Minggu kemarin.

Tak cukup sampai di situ, Ketua DPC PDIP Buteng itu masih menjanjikan bak penyaringan untuk menjamin kualitas air yang mengalir ke jaringan pipa. Jika tak ada aral melintang, penampungan dimaksud akan dibangun tahun depan. “Sekarang kita sudah bahas dengan pihak Dinas Kesehatan, bagaimana caranya agar air yang mengalir ke rumah-rumah warga itu benar-benar jernih dan sehat,” tambahnya.

Masih kata Buteng-1 itu, selain perpipaan dia juga memastikan pembangunan infrastruktur jalan bisa tuntas sebelum masa akhir jabatannya sebagai bupati pada Mei 2022. Di Talaga Raya, Bupati Samahuddin siap membangun jalur ringroad. “Setelah teken palu APBD 2022, Januari tahun depan langsung kita bangun. Saya sudah pikirkan anggarannya, dan DPRD harus mendukung karena ini kebutuhan rakyat dan yang dipakai juga uang rakyatkan,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Buteng Bobi Ertanto menyebut kebutuhan air bersih selalu menjadi komoditas politik untuk meraih suara masyarakat Talaga Raya. Hanya saja, barulah Bupati Samahuddin yang bisa menunaikan janji itu. Komitmen sang bupati sudah ditunjukan sejak awal dilantik sebagai kepala daerah. “Baru sebulan saya dilantik jadi ketua DPRD, Bupati Samahuddin meminta dibuatkan Perda pembentukan PDAM. Karena keterbatasan anggaran, dari tujuh kecamatan, hanya dua kecamatan yang bisa dijangkau. Talaga Raya yang pertama diprioritaskan,” tutur Bobi.

Dia menambahkan, hadirnya air bersih di kecamatan kelahirannya itu adalah momentum bersejarah. Sebab, sejak zaman leluhur, masyarakat memasok air bersih dari Kabaena dengan menggunakan perahu atau katinting (sejenis perahu bermesin tempel). “Bupati Samahuddin memang punya prinsip bicara seperlunya, bekerja sepenuhnya. Hasilnya yah PDAM ini, ringroad, puskesmas keliling, dan banyak lagi,” terangnya.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Buton Tengah, Muhiddin menyampaikan upaya menghadirkan sambungan pipa di Talaga Raya adalah perjuangan panjang. Sebab pipanya harus disambungkan di dasar laut sepanjang delapan kilometer, selebihnya lima kilometer di daratan. “Pemasangan pipa bawah laut secara swakelola ini satu-satunya di Indonesia, hanya di Buteng. Itu berkat komitmen dan semangat kita bersama dan dorongan dari bupati dan DPRD Buteng,” terangnya.

Soal kebijakan tarif lanjut Muhiddin, itu tergantung kesepakatan DPRD dan Pemkab Buteng nanti. Di Kecamatan Talaga Raya, pertama kali dioperasikan di Talaga Besar pada Juni 2021 dan belum pernah dilakukan penagihan. “Insya Allah bulan Desember 2021 sudah mulai diberlakukan tarifnya. Tadi ada instruksi bupati, untuk rumah ibadah digratiskan saja,” sambungnya. (uli/b)

Dirut PDAM : Pemasangan Pipa Bawah Laut Secara Swakelola

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.