Rustam

KENDARIPOS.CO.ID–Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Muna butuh Rp 4 miliar untuk membiaya pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak tahun 2022. Estimasi kebutuhan itu untuk mencari kepala desa di 124 desa.

Kepala DPMD Muna, Rustam mengatakan, sesuai petunjuk Bupati Muna Rusman Emba, Pilkades yang sedianya digelar November ini diundur hingga tahun 2022 mendatang. Penundaan dilakukan setelah memertimbangkan situasi pandemi Covid-19. Selain jadwal, pelaksanaan Pilkades diputuskan mencakup 124 desa sekaligus.

“Awalnya tahun ini baru 60 desa Pilkades dan 64 desa lainnya nanti tahun 2022. Tetapi karena ada edaran Mendagri terkait potensi Covid-19 bila Pilkades dipaksakan, maka diputuskan diundur saja dan nanti sekaligus 124 desa,” jelasnya.

Biaya Pilkades setiap desa akan menyesuaikan jumlah wajib pilih dan luas wilayah. Namun estimasi sementara dibutuhkan sekitar Rp4 miliar untuk keseluruhan anggaran. Perhitungan itu didasarkan pada kebutuhan setiap desa lebih kurang Rp30 juta. Dana itu nantinya akan dianggarkan dalam APBD 2022.

Rustam menyebutkan, tahapan Pilkades sendiri akan dimulai sejak awal tahun. Sedangkan tahapan pemungutan suara diproyeksikan berlangsung Juni atau Juli. Pilkades itu akan melibatkan TNI dan Polri untuk pengamanan. “Kemungkinan tahapan sudah dimulai Januari atau Februari. Karena kan Desk Pilkades sudah terbentuk sejak awal tahun ini, makanya akan langsung bekerja,” imbuhnya. (Ode/b)

Tinggalkan Balasan