Pengangguran Masih Tinggi


KENDARIPOS.CO.ID — Sulawesi Tenggara kaya akan sumber daya alam (SDA). Namun kekayaan daerah itu tidak berbanding lurus dengan angka pengangguran terbuka di Sultra. Tercatat pengangguran di Sultra tahun 2021 mencapai 58 ribu orang atau sekira 4,22 persen. Gerakan akselerasi pembangunan daratan dan lautan/kepulauan (Garbarata) yang digaungkan Pemprov Sultra seperti tak berdaya menjawab ekspektasi masyarakat. Setidaknya Pemprov Sultra dengan Garbarata-nya dapat tampil sebagai pelipur duka bagi karyawan yang dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

Ketua Komisi IV DPRD Sultra yang membidangi ketenagakerjaan, La Ode Frebi Rifai meragukan jika pengangguran terbuka dipicu maraknya karyawan dirumahkan selama pandemi Covid-19. “Kita akan cek kembali datanya seperti apa. Termasuk aspek apa saja penyebab selain covid terkait masih tingginya angka pengangguran di Sultra,” kata La Ode Frebi Rifai kepada Kendari Pos, Rabu (17/11) kemarin.

Ilustrasi (net)

Bagi La Ode Frebi Rifai, meningkatnya angka pengangguran semestinya menjadi salah satu perhatian utama Pemprov Sultra dalam kendali Gubernur Ali Mazi untuk mengkanalisasi problematika tingginya angka pengangguran.

Politisi PDIP itu mengaku dalam waktu dekat akan memanggil Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Sultra untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas tingginya pengangguran di Sultra. “Ini penting menjadi perhatian bersama. Bagaimana merumuskan solusi terbaik untuk memecahkan problematika tingginya pengangguran. Termasuk sejauh mana kerja Disnakertrans dalam menghadapi masalah pengangguran. Karena ini sangat erat kaitannya dengan stabilitas maju dan atau mundurnya perekomian daerah,” tandas La Ode Frebi Rifai.

Sebelumnya, Kepala Dinas Transnaker Sultra Muhammad Ali Haswandy mengatakan, merujuk data BPS angka pengangguran di Sultra tahun 2021 sekira 4,22 persen atau berjumlah 58 ribu jiwa. Status pendidikan dari jumlah pengangguran tersebut, bervariasi. Yang paling mendominasi yakni dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan di bawahnya. “Sementara dari SMA ke atas yakni diploma dan strata 1, itu angkanya kurang lebih 18 persen yang mengisi lapangan kerja kita saat ini,” ujarnya kepada Kendari Pos, kemarin.

Ali Haswandy menjelaskan jika dibandingkan tahun 2020, angka pengangguran menurun, namun tidak begitu signifikan. Jumlah pengangguran tahun 2020 sekira 61.860 orang. Sedangkan tahun 2019 sejumlah 46,017 orang. “Sementara tahun 2018 jumlah pengangguran sebanyak 41.301 orang,” jelasnya.

Ia meminta kepada lulusan dari berbagai perguruan tinggi di Sultra, mesti memiliki kemampuan keterampilan yang baik. Yang ditopang dengan konsentrasi ilmu yang digeluti. Sehingga ketika memasuki dunia kerja, mudah direkrut perusahaan tertentu.

“Jangan hanya mengandalkan ijazah semata. Namun harus didukung oleh kecakapan keterampilan. Ahli di bidang tertentu. Yang tentunya berkorelasi dengan aspek apa saja yang dibutuhkan dunia kerja era ini,” urainya.

Ia menilai, pandemik Covid-19 berimbas pada defisit pembukaan lapangan kerja dan bertambahnya pengangguran. “Perusahaan bisa saja membuka lapangan pekerja baru, ketika dalam keadaan sehat. Kami berharap perusahaan bisa meningkatkan keuntungannya agar menyerap tenaga kerja,” tutup Ali Haswandy. (ali/b)

Jangan hanya Mengandalkan Ijazah Semata

KAYA SDA DAN KAYA PENGANGGURAN

-Sultra kaya akan SDA
-Rupanya, Sultra kaya juga akan pengangguran terbuka
-Jumlah pengangguran tahun 2021 mencapai 58 ribu orang (4,22 %)
-Program Garbarata yang digaungkan Pemprov Sultra seperti tak berdaya
-Harusnya Pemprov Sultra dengan Garbarata-nya tampil mengurangi pengangguran
-Setidaknya Pemprov menyediakan lapangan kerja bagi warga Sultra
-Pemprov tak berdaya ketika banyak karyawan dirumahkan perusahaan

Pandemikah Penyebabnya ?
-DPRD Sultra meragukan pandemi Covid-19 pemicu maraknya karyawan dirumahkan
-DPR akan mengecek kembali datanya
-Termasuk aspek apa saja penyebab tingginya pengangguran
-Bagi DPRD meningkatnya pengangguran semestinya menjadi perhatian Pemprov
-DPRD akan memanggil Distransnaker Sultra untuk RDP
-Agendanya membahas tingginya pengangguran di Sultra

Distransnaker Sultra
-Distransnaker membenarkan angka pengangguran 58 ribu
-Rujukannya dari data BPS tahun 2021
-Status pendidikan dari jumlah pengangguran bervariasi
-Yang mendominasi dari tamatan SMP dan di bawahnya
-Tamatan SMA dan sarjana sekira 18 persen terserap dunia kerja
DIOLAH KENDARI POS DARI BERBAGAI SUMBER

Tinggalkan Balasan