Haliana

KENDARIPOS.CO.ID– Honor guru mengaji dan perangkat mesjid di Wakatobi yang dijanjikan akan naik pada September lalu, hingga saat ini belum terealisasi. Padahal peraturan bupati (Perbup) untuk menaikkan honor itu sudah selesai diproses. Bupati Wakatobi, H. Haliana, menjelaskan, setelah Perbup ada, kini memasuki tahapan dan proses selanjutnya yang harus sampai pada tingkat desa.

Mengingat honor perangkat mesjid dan guru mengaji melekat di Pemerintah Desa. Ia berharap, setelah ada Perbup, pencairan untuk honor itu bisa dilakukan pada akhir tahun ini. “Perbup insentif SARA sudah dibuat dan hasilnya pun telah kita terima. Tinggal proses dan tahapan selanjutnya. Prosesnya dari daerah baru ke tingkat desa. Pemdes juga harus mengeluarkan surat peraturan kepala desa untuk penyesuaian,” ujar Haliana, Senin (1/11).

Koordinasi dengan pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sudah dilakukan. “Komunikasi terakhir dengan Kepala DPMD, mereka juga sudah siap. Tapi itu tadi masih tunggu prosesnya. Belum terealisasi September dan Oktober ini karena masih sementara tahapan-tahapan. Yang jelas kita sudah fasilitasi dan diterima,” beber Haliana.
Kendati demikian, Haliana juga menyebut ada sebagian besar desa yang belum siap.

Karena program-program kerja telah ditetapkan sebelumnya. “Tapi intinya kita berharap ini secepatnya terealisasi,” harapnya. Sekadar diketahui, pada akhir Agustus lalu, Wakatobi-1 itu mengaku, honor perangkat mesjid dan guru ngaji akan dinaikkan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memastikan akan direalisasikan September tahun ini. Program tersebut awalnya direncanakan untuk mewujudkan program 100 hari kerja Bupati, Haliana dan Wakilnya, Ilmiati Daud. (b/thy)