KENDARIPOS.CO.ID — Meski masih dilanda pandemi covid, warga tak perlu khawatir akan terjadi kelangkaan pangan. Pasalnya, ketersediaan pangan di Sultra terbilang aman. Saat ini, stok pangan masih sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sultra hingga akhir tahun 2021.

“Sampai akhir tahun ini, kita jamin ketersediaan pangan untuk seluruh masyarakat masih sangat cukup. Karena berdasarkan indeks pertumbuhan dan hasil itu sangat stabil. Bahkan selalu meningkat setiap saat, meskipun tidak terlalu signifikan,” kata Sulwan Abunawas, Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan Sultra, Selasa (2/11).

Berdasarkan data hingga Oktober lanjutnya, stok beras Sultra terbilang lebih dibanding kebutuhan. Dengan stok sebanyak 179 ribu ton, tingkat kebutuhan hanya 20 ribu ton. Jika dikalkulasi, masih ada sekitar 100 ribu ton lebih. Begitupun dengan permintaan jagung. Dari ketersediaan 5 ribu ton, hanya sekitar 1,3 Ribu ton kebutuhan (lengkap lihat grafis).

“Kondisinya yang sama juga terjadi di komoditas kebutuhan pangan lainnya seperti bawah merah, bawang putih, cabai, daging hingga gula dan minyak goreng. Dari 12 komoditas pangan yang diproduksi, stoknya bisa dibilang melebihi kebutuhan konsumen. Yang tentunya dengan kualitas yang terjamin,” jelasnya.

Saat ini, Pemprov terus menggalakkan kegiatan yang mendukung dan mendorong produksi kebutuhan pangan. Salah satunya melalui program Pekarangan Pangan Lestari (P2L). Program ini gencar dilakukan di seluruh kabupaten/kota. Di sisi lain, pihaknya turut memberi berbagai bantuan kepada para petani-petani untuk meningkatkan roduksi hasil pangan.

Sulwan Abunawas

“Kami berharap seluruh stakeholder terus bekerjasama mempertahankan kondisi saat ini. Meskipun dengan kondisi cuaca yang kadang kurang stabil, tetapi harus terus bisa memproduksi bahan pangan dengan baik dan secara maksimal,” pungkasnya. (b/ilw)