Panselda, PenerimaanCPNS Kabupaten Buton telah menuntaskan tahapan SKB, kemarin digedung Wakaaka Pasarwajo, ada 607 pesera dalam registrasi keikutsertaan seleksi tahap kedua itu.

KENDARIPOS.CO.ID– Panitia seleksi daerah (Panselda) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2020 Kabupaten Buton telah menuntaskan tahapan seleksi kompetensi bidang (SKB) pada Minggu (21/11) di Gedung Wakaaka Pasarwajo. 607 peserta tercatat dalam registrasi keikutsertaan seleksi tahap kedua itu. Bagi yang memerebutkan satu kuota, maka hanya peraih nilai terbaik hasil akumulasi SKD dan SKB yang akan dinyatakan lulus. Selanjutnya, untuk dua atau tiga kuota, akan diambil nilai terbaik secara berurut.

Bupati Buton, La Bakry, sempat memberikan arahan sebelum peserta menjawab soal-soal pada hari pertama SKB, Sabtu lalu. Peserta diingatkan untuk tetap percaya diri dan apapun hasilnya itulah capaian yang diperoleh. Tidak ada manipulasi nilai atau bentuk apapun dalam proses seleksi CPNS di Tanah Wolio. “Seleksi CPNS ini bebas KKN dan murni sehingga semua anak negeri bisa diperlakukan secara adil. Saya juga menegaskan bagi peserta untuk tidak mempercayai orang di luar sana yang menjanjikan kelulusan. Teknologi sudah diatur dengan canggihnya sehingga tidak bisa dimanipulasi lagi,” kata Bupati Buton.

Dia bahkan menyebut, pola seleksi CPNS dalam lima tahun terakhir, adalah yang paling kompetitif sepanjang sejarah bangsa. Sebab teknologi sudah pasti tidak subjektif mengeluarkan nilai. “Tergantung usaha dan doa masing-masing saja. Jangan pernah berpikir bisa dibantu orang lain siapapun itu,” terangnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buton, Awaluddin, mengatakan, awalnya Pemkab dijatah 262 CPNS. Seluruhnya diminati oleh peserta. Namun dalam perjalanannya, pada seleksi kompetensi dasar, ada 35 kuota yang tidak satupun pesertanya memenuhi nilai ambang batas. Sehingga, 35 kuota itu tak punya lagi kandidat lulus, karena tak ada yang lolos hingga tahap SKB. “Kalau tidak ada yang lulus SKD, berarti formasinya tidak akan terisi,” tandas Awaluddin. (b/lyn)

Tinggalkan Balasan