KENDARIPOS.CO.ID– Insentif tenaga dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wakatobi untuk pelayanan Covid-19, akhirnya telah dicarikan. Kurang lebih Rp 180 juta kewajiban Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wakatobi untuk para dokter telah diberikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Wakatobi, Nur Bahtiar, membenarkan, kewajiban daerah yang sempat tertunda sebelumnya sudah direalisasikan.

Meski terlambat, pihaknya langsung melakukan pembayaran usai pembahasan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2021 selesai. “Kemarin sempat tertunda. Saya belum tahu berapa lama, tapi sudah dibayarkan. Karena sudah selesai APBD perubahan.

Sekarang tinggal Pemkab Wakatobi melalui Bagian Ortala untuk menyampaikan ke Kemendagri bahwa kewajiban daerah sudah diselesaikan,” ungkap Nur Bahtiar, Senin (8/11).
Untuk insentif, kata Nur Bahtiar, tentu telah sesuai dengan permintaan. Itu tidak termasuk dengan insentif dokter yang tak melayani pasien Covid-19. “Karena permintaannya tidak sama. Ini diupayakan agar segera direalisasikan.

Tetap ada juga TPP atau insentif dokter yang tidak melayani covid. Tapi yang kita kejar sebagai dasar pembayaran TPP ini adalah yang pelayanan Covid-19 yang sempat tertunda,” pungkasnya. (c/thy)

Nur Bahtiar

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.