, La Bakry

KENDARIPOS.CO.ID– Sejak 8 Maret 2018 lalu, La Ode Zilfar Djafar resmi menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten (Sekab) Buton. Jika merujuk pada undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), maka jabatan La Ode Zilfar akan berakhir pada 9 Maret tahun 2023. Sebab, pada pasal 117 aturan dimaksud menyatakan, jabatan pimpinan tinggi hanya dapat diduduki paling lama lima tahun. Hanya saja, La Ode Zilfar tidak bisa menunggu masa jabatannya berakhir untuk kemudian diganti.

Medio tahun 2022 mendatang, “Jenderal” ASN Buton itu sudah memasuki masa pensiun. Bupati Buton, La Bakry, yang dikonfirmasi soal itu membenarkan hal tersebut. Menurutnya, jabatan Sekab akan lowong saat La Ode Zilfar pensiun. “Kalau tidak salah sampai Juli, tidak lama dengan akhir masa jabatan saya sebagai bupati. Kalau saya kan 24 Agustus,” katanya, Kamis (25/11).

Untuk itu, Pemkab sudah bersiap melakukan seleksi Sekab pada awal tahun 2022 mendatang. Seleksi diupayakan tuntas sebelum La Ode Zilfar purna tugas. Sehingga tidak ada kekosongan pimpinan nantinya. “Diupayakan awal tahun. Walaupun selesai Maret atau April, tetap pelantikan pejabat baru, nanti setelah Sekab pensiun,” tambahnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Buton, Sunardin Dani, mengaku, seleksi Sekab akan dianggarkan pada 2022 mendatang. Ia mengaku belum punya nominal pasti untuk asesmen tersebut. Hanya saja, sesuai pengalaman seleksi-seleksi Sekab pada umumnya, biaya yang dibutuhkan kurang lebih Rp 500 juta. “Tapi nantilah dibahas. Kita baru mau usulkan juga RAPBD ke DPRD,” timpal Sunardin Dani, kemarin. (b/lyn)

Tinggalkan Balasan