KENDARIPOS.CO.ID — Virus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius bagi warga metro. Dalam sebulan terakhir (September 2021), terjadi penambahan sekira 10 kasus penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu.

Kepala Dinas Kesehatan Kendari, drg. Rahminingrum mengatakan, pertambahan kasus DBD dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Pada saat itu, nyamuk Aedes Aegypti berkembang dengan cepat di tengah masyarakat. “Karena gigitan (nyamuk)-nya masyarakat bisa terinfeksi DBD. Ingat, virusnya bisa menular ke orang lain,” warningnya kemarin.

Oleh karena itu, Rahminingrum mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap penularan virus DBD. Salah satunya dengan cara menggalakkan program 3M yakni menguras bak mandi, menutup tempat penampungan air dan mengubur sampah atau wadah tak terpakai yang berpotensi menjadi sarang perkembang biakan nyamuk.

Ilustrasi (net)

Selain itu, ia menyarankan masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan selalu menjaga kondisi tubuhnya agar tetap fit di tengah kondisi cuaca yang tak menentu. “Kalau imun tubuh kita kuat, kecil kemungkinan kita tertular virus penyakit seperti DBD,” kata Rahminingrum.

Sebagai bentuk upaya pencegahan, pihaknya rutin melaksanakan fogging terutama diwilayah yang ditemukan kasus DBD. Fogging dilakukan untuk memberantas nyamuk pembawa virus DBD. “Kami juga berikan abate kepada warga dalam rangka pengendalian larva nyamuk DBD,” kata Rahmaniningrum. (b/ags)

Kasus DBD di Kota Kendari 2021
Januari-Agustus
-Jalani Perawatan 166 Kasus
-Meninggal Dunia 3 Pasein
Periode September
-Tambahan 10 Kasus
Total 176 Kasus

Cegah Pengembangbiakan Nyamuk Aedes Aegypti

  1. Galakkan Program 3M
    -Menguras Bak Mandi
    -Menutup Tempat Penampungan Air
    -Mengubur Sampah atau Wadah Tak Terpakai yang Berpotensi Pengembangbiakan Nyamuk
  2. Terapkan PHBS dan Jaga Kondisi Selalu Fit
  3. Dinkes Rutin Melakukan Foging
  4. Membagikan Bubuk Abate

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.