Pelaksanaan ANBK pada salah satu SD di Kota Kendari


KENDARIPOS.CO.ID– Siswa Sekolah Dasar (SD) se Kota Kendari mulai mengikuti Asesmen Nasional Berbasis KomputerĀ  (ANBK) gelombang pertama. Asesmen ini bakal diikuti seluruh siswa secara nasional.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) mendata sebanyak 3048 siswa bakal mengikuti ANBK dengan empat gelombang, dimana masing-masing gelombang dilaksanakan selama dua hari. Hal itu disampaikan Kepala Dikmudora Kota Kendari, Makmur, M. Pd., kemarin (15/11).

Kata dia, ANBK tahap pertama sedang berlangsung dan dilaksanakan mulai 15 sampai 16 November. Dimana dalam  gelombang pertama diikuti oleh 1.208 orang siswa dari 50 sekolah. Sementara untuk gelombang kedua berlangsung mulai 17 sampai 18 November, diikuti oleh 829 siswa dari 37 SD se Kota Kendari.

“Jadwal pelaksanaan ANBK SD atau sederajat se kota Kendari untuk gelombang satu dan dua mulai 15 sampai 18 November.  Dimana perharinya digelar dua sesi pagi dan siang.

Pada hari pertama para siswa bakal melakukan latihan selama 60 menit, kemudian ANBK dimulai dengan literasi membaca selama 75 menit dan dilanjutkan survei karakter 20 menit.  Kemudian dihari kedua, tahapan awal para siswa bakal mengikuti latihan 25 menit, kemudian dilanjutkan asesmen numerasi 75 menit dan survei lingkungan belajar selama 20 menit,” jelas Ketua PGRI Kota Kendari ini.

Dia pun menuturkan bahwa pelaksanaan ANBK gelombang pertama sejauh ini tak ada kendala yang ditemui. Bahkan laporan dari pihak sekolah semua berjalan lancar dan aman.

Selanjutnya, untuk gelombang tiga dan empat bakal dilaksanakan pada 22 sampai 25 November. Dimana gelombang ke tiga bakal diikuti 371 siswa dari 17 sekolah. Sementara gelombang keempat bakal diikuti 640 siswa dari 28 sekolah.
“Untuk ANBK gelombang tiga dan empat semua sama dengan tahapan seleksi gelombang satu dan dua. Yang membedakan hanya waktu pelaksanaan saja,” ucapnya.

Sekolah yang mengikuti ANBK di Kota Kendari dikelompokkan dalam tiga, yakni sekolah mandiri artinya ANBK diselenggarakan sendiri tanpa ada sekolah yang menggabung. Kemudian ada  sekolah mandiri dan menggabung artinya ada sekolah yang menggabung di sekolah mandiri, dan selanjutnya sekolah menggabung artinya sekolah ini tidak memiliki perangkat dan jaringan.

“Pengelompokan ini dilakukan  karena ada beberapa sekolah yang terkendala perangkat komputer dan jaringan. Sehingga ada sekolah yang kita gabung dengan sekolah yang fasilitasnya baik perangkat maupun jaringan lengkap. Ini agar para siswa bisa tetap mengikuti ANBK dengan lancar tanpa kendala, ” ungkapnya.

ANBK ini penting bagi para siswa dan sekolah sebab dilaksanakan dengan tujuan  pemetaan hasil pendidikan yang didalamnya  ada survei karakter juga survei lingkungan belajar. Untuk survei lingkungan  belajar, bukan saja diikuti oleh para siswa tetapi juga guru dan orang tua siswa. Dimana arahnya adalah bagaimana pemetaan kualitas dan mutu pendidikan.

“Ini program baru di 2021 dan harus kita sukseskan,” tandas Kadis Dikmudora Kendari itu.

Sebagai informasi pelaksanaan ANBK diikuti 3048 siswa  dari 132 SD negeri maupun swasta se Kota Kendari. Gelombang pertama diikuti 1.208 siswa dari 50 sekolah, gelombang kedua diikuti 829 siswa dari 37 sekolah. Selanjutnya gelombang tiga diikuti 371 siswa dari 17 sekolah dan gelombang empat diikuti 640 siswa dari 28 sekolah. (rah/b)

Tinggalkan Balasan