Alimani,

KENDARIPOS.CO.ID– Kementerian Kesehatan baru saja menyerahkan aset atas Barang Milik Negara (BMN) ke Dinas Kesehatan Kabupaten Buton. Nilai BMN tersebut mencapai Rp 8,7 miliar. Sayang, meski barangnya berharga, aset itu rupanya tak bisa digunakan lagi karena sudah usang.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buton, Alimani, mengungkapkan, pada 29 Oktober lalu, pihaknya memenuhi undangan Kementerian Kesehatan di Kendari untuk penandatanganan berita acara penyerahan BMN itu. Dijelaskannya, jika penyerahan tersebut sesungguhnya hanya untuk penertiban administrasi saja.

Sebab faktanya, sebagian besar BMN tersebut berupa alat kesehatan yang sudah rusak.
“Memang nilainya besar hingga Rp 8 miliar lebih. Tetapi itu banyak-banyak berupa Alkes dan itu tersebar di Buton Tengah dan di Buton Selatan juga, bukan hanya di Buton,” jelasnya, Senin (1/11).

Dengan adanya berita acara penyerahan itu, maka menjadi dasar bagi Pemkab Buton untuk melakukan pemutihan aset. Sebab jika tidak, akan memengaruhi neraca kepemilikan aset daerah. “Kenapa ada di Buteng dan Busel, karena digunakan di Puskesmas setempat ketika belum ada pemekaran, sudah lima tahun ke atas,” tambah mantan Kadispora Buton itu.

Saat ini menurut Alimani, pihaknya masih melakukan identifikasi terhadap semua item catatan aset yang diserahkan kementerian. Jika masih ada yang fungsional, maka bisa dilakukan pemeliharaan, namun jika sebaliknya akan dimusnahkan. “Nanti kita putihkan kalau memang sudah tidak bisa diperbaiki yang rusak-rusak. Jika masih bagus kita adakan pemeliharaan,” tutup pria yang menjabat sebagai Asisten I Setkab Buton tersebut. (c/lyn)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.