La Bakry

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton menjadi salah satu pemilik saham di lembaga Perbankan Bank Sulawesi Tenggara (Sultra). Sejak tahun 2019 lalu, daerah kendali Bupati, La Bakry, mulai menyertakan modalnya untuk dikelola Bank Sultra. Dengan begitu, setiap tahun Pemkab akan mendapatkan keuntungan bagi hasil.

Bupati Buton, La Bakry, mengakui, keberadaan Bank Sultra sangat membantu keuangan daerah. Selain bisa masuk sebagai pemilik saham, daerah juga bisa melakukan pinjaman pada Perbankan milik Pemerintah Provinsi tersebut.

“Banyak pihak swasta yang mau ikut menanamkan modal, tapi hanya Pemda yang diterima. Kita dapat banyak keuntungan dari bank itu, karena ada fee dari penyertaan modal tadi. Bisa melakukan pinjaman untuk pembangunan juga,” ulang Buton-1 itu, Jumat (19/11).

Suami Delya Montolalu tersebut menambahkan, dana bagi hasil penyertaan modal yang diperoleh, menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di Kabupaten Buton. Tahun ini misalnya, Pemkab mendapat jatah hingga Rp 10 miliar. Dana itu langsung masuk dalam item di APBD 2022 mendatang. “Lumayan kalau tiap tahun terima Rp 9 miliar sampai Rp 10 miliar. Itu menjadi sumbangan besar bagi PAD kita,” ujarnya.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buton, Sunardin Dani, mengatakan penyertaan modal pada Bank Sultra sebesar Rp 30 miliar. Dari angka itu, Pemkab kebagian untung sebesar 10 miliar untuk tahun 2021 ini. “Nanti ditransfer ke rekening daerah setiap akhir tahun. Masuk dalam APBD 2022,” timpalnya. (b/lyn)

Tinggalkan Balasan