Rahma Safitri/Kendari Pos
Rektor IAIN Kendari Prof. Dr, Faizah Binti Awad, M.Pd., saat pengukuhan guru besar Prof. Dr. Batmang, S. Ag., M.Pd., melalui sidang senat terbuka di Hotel Azizah Syariah Kendari, Rabu (17/11)

-Dr. Batmang Resmi Bergelar Profesor

KENDARIPOS.CO.ID– Prof. Dr. Batmang, S. Ag., MPd resmi dikukuhkan  sebagai guru besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, kemarin (17/11) di Hotel Azizah Syariah Kendari. Pengukuhan ini dilakukan Rektor IAI Kendari Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd., melalui sidang senat terbuka pengukuhan guru besar.

Prof. Faizah mengatakan pencapaian guru besar tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Banyak tantangan dan suka duka yang dilewati. “Hasil hari ini (kemarin red) kita saksikan bersama upaya yang tak kenal lelah dari Prof. Batmang. Ini merupakan salah satu hasil implementasi program kebijakan rektor  melalui akselerasi guru besar yang termuat dalam rencana strategis 2021-2025, ” kata Prof Faizah, Rabu (17/11).

Akselerasi guru besar, lanjut dia, merupakan agenda utama Rektor IAIN Kendari guna mendorong akreditasi unggul perguruan tinggi. Sebab akreditasi unggul sebuah program studi dan perguruan tinggi baik nasional maupun internasional merupakan indikator sebuah perguruan tinggi yang didambakan. Syarat akreditasi unggul dengan mudah dicapai bila para dosenya telah banyak memangku jabatan akademik sebagai profesor.

“Akselerasi guru besar selalu didorong Rektor IAIN kendari sejak 2019. Semakin banyak guru besar yang lahir maka akan berbanding lurus dengan capaian akrditasi unggul pada program studi atau perguruan tinggi kita, IAIN Kendari, ” terangnya.

Saat ini, dosen tidak hanya didorong sebagai guru besar tetapi untuk percepatan kenaikan jabatan dari lingkup dosen, baik dari assisten ahli ke lektor, dari lektor menuju lektor kepala. Bahkan bila memungkinkan asisten ahli bisa langsung lompat jabatan menjadi lektor kepala dan lektor berpotensi lompat jabatan menjadi guru besar dengan syarat yang sudah ditetapkan.

Saat ditemui, Prof. Dr. Batmang, S. Ag., MPd., menyampaikan rasa syukur atas capaian jabatan akademik tinggi yang kini disandangnya. Tentunya prestasi yang diraih tersebut, tak lepas dari dukungan semua pihak, baik orang tua, saudara, keluarga, istri, mertua dan para rekan dosen lainya.

“Seejalan dengan pesan Rasulullah SAW., agar memanfaatkan segala kesempatan untuk mengambil peluang sebelum peluang itu sirna. Karenanya sesuai dengan riwayat manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara, yakni  waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, serta hidupmu sebelum datang matimu,” ungkap Prof. Batmang.

Ia pun menambahkan sebagai seorang dosen tentu semua memperoleh peluang yang sama menjadi guru besar sesuai bidang masing-masing. Karenanya modal awal yang harus dipegang adalah semangat, kerja keras dan istiqomah.  Untuk para dosen, kalian masih muda dan memiliki kesempatan mengembangkan diri jauh lebih besar. (rah/b)

Tinggalkan Balasan