Poltekkes Kemenkes for Kendari Pos
Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, Askrening, SKM., M.Kes., (kanan) saat mengikuti Edu Health Fair 2021 di Lippo Mall Kemang, Jakarta
.

-Meriahkan Edu Health Fair 2021

KENDARIPOS.CO.ID– Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melakukan lompatan guna melahirkan tenaga kesehatan profesional. Mewujudkan hal itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah lembaga pendidikan kesehatan ini mengikuti Edu Health Fair 2021 yang dihelat tanggal 17-18 November lalu di Jakarta.

Direktur Poltekkes Kemenkes Kendari, Askrening, M.Kes., mengatakan Edu Health Fair 2021 merupakan pameran yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kesehatan RI. Kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN).

“Pameran dihadiri perwakilan Poltekkes Kemenkes dari 34 provinsi. Pameran berlangsung selama dua hari,” kata Askrening melalui selulernya, Jumat (19/11). 

Menurutnya, di momen ini masing-masing Poltekkes menunjukan beragam program dan hasil inovasi yang dapat dimanfaatkan di bidang kesehatan.

“Edu Health Fair  diadakan sebagai upaya meningkatkan informasi kepada masyarakat  tentang produk inovasi kesehatan yang ada. Serta mendorong masyarakat agar lebih mengenal peran dan kontribusi Poltekkes Kemenkes di tengah-tengah masyarakat saat ini, ” jelasnya. 

Askrening menjelaskan dalam bidang kesehatan kini terdapat enam pilar transformasi, yakni yakni transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan dan transfromasi teknologi kesehatan. Jadi salah satu yang terpenting saat ini adalah transformasi SDM Kesehatan, keberhasilan transformasi akan lebih cepat dengan adanya Poltekkes Kesehatan yang lebih berkualitas, inovatif dan maju.

“Karenanya saya terus mendorong peningkatakan SDM unggul dan berkualitas dari Poltekkes Kemenkes Kendari. Bukan saja kepada para pendidik tetapi juga kepada mahasiswa dan alumni Poltekkes. Sebab Poltekkes merupakan ajang untuk melakukan inovasi dan edukasi maksimal, untuk itu kita terus tingkatkan kreativitas agar lebih berkembang” ungkapnya. 

Lankut dia, dalam momen pameran ini, Kementerian Kesehatan mendorong seluruh mahasiswa Poltekkes agar tidak hanya belajar secara teori tetapi juga mengembangkan inovasi dan kreativitas. Hal ini agar kedepan mereka bisa menjadi insan yang berkompetisi di Perguruan Tinggi dan tempat lain.

“Terlebih, dalam menghadapi Pandemi Covid-19, Poltekkes Kemenkes Kendari telah melakukan beragam langkah dan inovasi dalam membantu penanggulangan pandemi itu baik menyiapkan tenaga vaksinator, edukator maupun penyuluhan positif,” bebernya

Mantan bidan ini, menuturkan tercapainya tujuan pembangunan kesehatan yang merata di seluruh Indonesia tidak lepas dari ketersediaan tenaga kesehatan sebagai komponen strategis dalam pembangunan kesehatan.

“Melalui pendidikan kita tentu akan lahir tenaga kesehatan yang profesional yang menjadi agen perubahan sekaligus menjadi pelaku pembangunan kesehatan, baik masa kini maupun masa mendatang,” ucapnya 

Dalam membentuk tenaga kesehatan yang berkualitas, diperlukan input yang baik, terlebih dalam era global persaingan untuk menghasilkan peserta didik segera SDM yang unggul harus terus di dorong termasuk sarana prasarana, dan pendanaan. Besar harapan Askrening agar Poltekkes Kemenkes Kendari, baik dosen, tenaga kependidikan maupun mahasiswa selalu mempunyai kemampuan untuk berinovasi terutama dalam bidang pendidikan, kemudian meningkatkan kesehatan dan bermanfaat bagi masyarakat Sultra.

“Kita harus terus berupaya mendorong v mahasiswa berkembang dengan inovasi yang luas, tidak hanya secara struktural atau pasif. Beri mereka kesempatan untuk berinovasi serta mendapatkan pendidikan dengan merdeka dan bebas, sehingga dapat melahirkan insan tenaga kesehatan yang unggul di Indonesia dan dapat berkontribusi untuk masyarakat,” pungkasnya. (rah/b)

Tinggalkan Balasan