KENDARIPOS.CO.ID — Pemprov Sultra pernah merilis, jumlah pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) berjumlah ratusan. Namun rupanya, banyak juga perusahaan tambang yang beroperasi di Provinsi Sultra ini tanpa mengantongi IUP. Direskrimsus Polda Sultra Kombes Pol Heri Tri Maryadi banyak perusahaan tambang yang bekerja tanpa mengantongi IUP.

“Kita sudah menindak, akan tetapi masih ada beberapa yang masih tidak patuh. Kita sudah mencoba berkoordinasi ke pihak-pihak terkait untuk berkolaborasi,” ujar Kombes Pol Heri Tri Maryadi dalam seminar pertambangan yang digelar organisasi Cipayung Plus Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama PT.Antam yang dihadiri sepuluh perwakilan organisasi mahasiswa eksternal kampus, Sabtu (30/10).

Untuk menangani perusahaan yang membandel, Kombes Pol Heri Tri Maryadi harus berkolaborasi dengan Bareskrim Polri untuk menindak. Keberadaan IUP-IUP yang telah kedaluwarsa tetap menjadi pantauan Polda Sultra agar mineral Sultra tidak dikeruk gratis.

Ilustrasi Tambang

Kombes Pol Heri Tri Maryadi meminta agar Cipayung Plus Sultra membantu Ditreskrimsus Polda Sultra dalam mengawasi aktivitas tambang ilegal. “Kalau rekan-rekan mahasiswa mendapat informasi terkait pengelolaan tambang yang tidak memiliki izin, segera berkoordinasi biar kita bersama-sama menindak,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, akademisi Universitas Halu Oleo (UHO), Irfan Ido,SP.,M.Si mengatakan kunci utama pengelolaan tambang adalah pengawasan. Ia menyarankan penegak hukum tak segan-segan menindak apabila menemukan pelanggaran. “Kalau perusahaan tambang banyak melakukan pelanggaran, seharusnya segera ditindak tegas,” ujarnya.

Menurut Irfan Ido, lain halnya dengan PT.Antam. Keberadaan PT Antam tidak diragukan lagi karena sudah berdiri sejak zaman pendudukan Jepang. “PT.Antam tidak perlu lagi diragukan terkait perizinannya,” ungkap Irfan Ido.

Untuk diketahui, sepuluh organisasi yang berpatisipasi terlibat dalam seminar tersebut adalah, HMI, PMII, IMM, KAMMI, dan GMNI. Selain itu, LMND, PMKRI, KMHDI, GMKI, dan Pemuda Marhenis Sultra. (rus/c)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.