“Jangan jadikan perpustakaan hanya sebagai gudang penyimpanan buku tanpa disentuh, harus menjadi literasi peserta didik secara optimal”

Penulis : Sabaruddin Hasan

Sabaruddin Hasan

Secara tradisionil perpustakaan berarti koleksi buku dan majalah, namun dalam arti yang lebih luas ia adalah koleksi besar yang dibiayai dan dioperasikan oleh sebuah institusi, organisasi, kota, kabupaten, provinsi hingga negara untuk kepentingan literasi, referensi masyarakat yang membutuhkan tanpa harus membeli buku.

Perpustakaan dapat juga berarti kumpulan informasi bersifat ilmu pengetahuan, hiburan, rekreasi bahkan jika ditarik lebih dalam dalam konteks mencari ilmu maka sesungguhnya perpustakaan juga bisa menjadi saranan untuk ibadah (mencari ilmu).

Dalam konteks kekinian, perpustakaan telah di redefinisikan sebagai sarana akses informasi dalam format tidak hanya berupa buku cetak namun juga buku digital (E-Book). Walaupun perpustakaan digital telah banyak dirilis, ia tidak dapat menggantikan eksistensi perpustakaan fisik yang memiliki karakteristik khas dalam dunia pendidikan. Dalam era digital, kehadiran buku manual tetap penting dan diperlukan. Kertas tidak akan tergantikan. Digitalisasi hanya bersifat supporting.

Illustrasi Photo (Sumber photo : Freedom Institute jakarta)

Sejarah Perpustakaan

Para ilmuwan mencatat bahwa perpustakaan sebenarnya sudah ada pada sejak 5.000 tahun SM, namun yang tercatat perpustakaan pertama untuk publik dibangun sekitar tahun 669 SM di Kota Niniwe, Ibukota Asyur atau Asyiria, bersebelahan dengan kota Mosul di Provinsi Ninawa, Irak. Sebelumnya perpustakaan hanya berupa koleksi para raja dan pejabat tinggi.

Seiring perkembangan zaman, perpustakaan tidak hanya di Timur Tengah namun sekitar abad ke 5 Masehi, Indonesia juga telah mengenal perpustakaan. Sama dengan negara-negara lain ketika itu, ia masih dimiliki oleh para raja dan bangsawan.

Berapa Jumlah Perpustakaan di Indonesia?

Berdasarkan data yang dirilis Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tgl 17 Mei 2021, Kepala Perpusnas, Muh Syarif Bando menyatakan, ” jumlah perpustakaan Indonesia cukup besar. Berdasar sensus data perpustakaan yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional pada tahun 2018, jumlah perpustakaan di Indonesia sebanyak 164.610 perpustakaan. International Federation of Library Association and Institution (IFLA) mencatat jumlah ini sebagai yang terbesar kedua dunia setelah India,”

Namun data perpustakaan yang terakreditasi sesuai informasi Pusat data PERPUSNAS periode 2011 sd Juli 2021 per 14 November 2021 sejumlah 8.239 Perpustakaan secara Nasional.

Data Perpustaakn terakreditasi seluruh Indonesia (Sumber : Satu Data PERPUSNAS RI)

Perpustakaan Terakreditasi di Sulawesi Tenggara

Di Kawasan Indonesia Timur, Sulawesi Tenggara menjadi Provinsi yang memiliki Perpustakaan terakreditasi terbanyak, yaitu 727 perpustakaan, dan menjadi urutan ke 3 secara nasional. (Satu Data PERPUSNAS RI per 14 Nov 2021).

Jika diurai per kabupaten kota, Kabupaten Konawe berada di urutan tertinggi yaitu 139 disusul Kendari 104 dan Konsel 92 perpustakaan. Rincian sesuai urutan terbanyak dapat dilihat pada grafik berikut :

Statistik Kendari Pos.

Optimalisasi Fungsi Perpustakaan di Sulawesi Tenggara

Melihat jumlah perpustakaan di Sulawesi Tenggara yang cukup banyak, persoalan penting dan mendesak untuk dijawab segera adalah soal apakah telah dicanangkan program pemerintah khususnya dunia pendidikan agar mampu menumbuhkan kesadaran minat baca siswa dan publik agar menggunakan perpustakaan sebagai sarana literasi? Ini tentang bagaimana membangun SDM unggul dengan kreasi dan strategi pendidikan yang dicanangkan secara konsisten oleh berbagai pihak terkait. Sehingga diharapkan dengan bertebarannya jumlah perpustakaan di Sultra ini output yang diharapkan berbanding lurus dengan tujuan yang hendak dicapai ; yaitu : SDM Unggul.(sbr)

Tinggalkan Balasan