HELMIN TOSUKI/KENDARI POS
PERAN PENYULUH : Suasana pertemuan teknis Penyuluh Pertanian Lapangan yang diinisiasi Distanak Konut untuk menata dan menguatkan peran serta Tupoksi kelembagaan, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID– Keberhasilan petani di Konawe Utara (Konut) tak lepas dari peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang memberikan pendampingan dan edukasi. Tentunya, keberhasilan PPL akan bermuara pada peningkatan ekonomi petani.

Makanya, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Konut menyelenggarakan pertemuan teknis Penyuluh Pertanian lapangan dalam menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi seorang PPL.
“Penyuluh memiliki peran strategis dalam bertugas memberikan dorongan kepada petani agar mau mengubah mindset berpikir. Mulai dari cara kerja dan cara hidup yang lebih sesuai dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi pertanian yang lebih maju,” kata Bupati Konut, Dr. Ruksamin, Senin (15/11).

Bupati dua periode meminta PPL mampu menjadi aparatur pertanian yang profesional, amanah, kreatif, proaktif, serta responsif dalam menjalankan tugas. Termasuk harus mampu memecahkan permasalahan petani di lapangan.
“Sesuai disiplin ilmu pengetahuan yang dimiliki, metodologi dan teknis analisis yang tepat harus diterapkan sesuai potensi wilayah masing-masing,” sambung Ruksamin.

Konut-1 itu menambahkan, sejauh ini lebih dari 500 alat dan mesin pertanian (Alsintan) yang didatangkan dari Kementerian Pertanian dan dikelola langsung Distanak Konut. “Ini dilakukan semata-mata untuk menyiapkan fasilitas dan kebutuhan petani dalam mendongrak hasil pertanian demi mewujudkan misi petani sejahtera dan berdaya saing,” sambungnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Konut, Ir. Marthen Minggu, menjelaskan, pertemuan teknis PPL merupakan upaya menata tugas pokok dan fungsi penyuluh secara teknis di lapangan. “Misalnya, jangan ada lagi kelompok yang datang membawa proposal ke Distanak, tanpa melalui penyuluh pertanian,” katanya.

Mantan Kepala Inspektorat Konut itu menegaskan, tujuan dari pertemuan teknis yang dilakukan untuk membangun landasan pelaksanaan PPL, menyamakan persepsi terhadap tugas dan fungsi organisasi, tata kerja dan tata hubungan penyuluh pertanian dalam memberikan wawasan berpikir pada petani serta bertindak secara komprehensif. (b/min)

Tinggalkan Balasan