KENDARIPOS.CO.ID– Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Kendari semakin diperketat. Langkah ini tak lain untuk mencegah bantuan yang disalurkan tidak salah sasaran. Atas dasar itulah, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kendari memverifikasi ulang terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kepala Dinsos Kota Kendari, Abdul Rauf mengaku akan terus memastikan penyaluran bantuan PKH tetap sasaran.

Makanya, pihaknya melakukan pendataan sekaligus memverifikasi KPM. Jika dianggap sudah mampu, mereka akan dicoret dan diganti dengan keluarga yang memang membutuhkan. “Datanya sementara diupdate. Sebab data-data yang ada, masih bersumber dari data lama. Makanya, kami mengerahkan petugas turun lapangan mengecek kondisi KPM program ini. Ke depan, semoga tak ada lagi yang salah sasaran,” jelas Abdul Rauf saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/11).

Pada tahun 2021 ini sambungnya, ada beberapa KPM yang keluar sebab dianggap sudah mampu. Salah satunya saat moment penyerahan bantuan PKH di Kelurahan Anggoeya. Di saat yang bersamaan, ada 5 Kepala Keluarga (KK) dinyatakan tidak lagi memenuhi syarat penerima program ini. “Selain memberi bantuan, kami juga melakukan pembinaan agar tingkat ekonomi KPM bisa membaik,” kata mantan Kabag Kesra Setda Kendari.

Kouta PKH Kendari tahun ini, sebanyak 11.172 KPM atau ada peningkatan signifikan dibanding tahun 2020 lalu yang hanya 7.501 keluarga. Pencairan bantuannya dilakukan secara bertahap. Tahun ini, sebanyak empat tahapan. Bantuan PKH ini terdiri dari tiga item yakni kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial (lengkap lihat grafis). (b/mg4)

Tinggalkan Balasan