Bachrun

-Terapkan Simda, Cegah Kebocoran

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna menargetkan realisasi pendapatan asli daerah (PAD) senilai Rp100 miliar. Daerah otorita LM. Rusman Emba menerapkan penarikan pajak dan retribusi menggunakan aplikasi sistem informasi manajemen daerah (Simda), yang dinilai bisa mencegah kebocoran PAD.

Wakil Bupati Muna Bachrun mengatakan, PAD merupakan tulang punggung pemasukan bagi daerah. Makanya, seluruh potensi yang ada harus dikelola secara maksimal. Termasuk penataan manajemen penarikan pajak dan retribusi yang harus didorong dengan sistem digital. Salah satunya dengan memanfaatkan aplikasi Simda. Selain meningkatkan PAD, aplikasi itu bisa mencegah kebocoran akibat kesalahan pendataan ataupun ulah oknum yang nakal. “Prinsipnya, aplikasi Simda, kita akan terapkan di semua OPD yang mengutip pajak dan retribusi.Dengan begitu, jika tidak menghilangkan, minimal mengurangi kebocoran,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Muna, Sumitatha menerangkan PAD tahun ini dari sektor pajak ditetapkan Rp 65 miliar dan sektor retribusi Rp 35 miliar. Target itu diharapkan minimal bisa melampaui realisasi tahun sebelumnya. “Tahun 2020 lalu PAD Muna mencapai Rp 55 miliar, atau 100 persen lebih. Itu sudah cukup maksimal karena kondisi pandemi Covid-19. Tahun 2021 ini, kita upayakan minimal bisa Rp 80 miliar,” jelasnya.

Ia menambahkan, realisasi PAD per November ini baru mencapai 30 persen. Kendati demikian, dirinya optimis bisa memenuhi target yang ditetapkan. Pasalnya, penerimaan seperti pajak bumi dan bangunan belum seluruhnya disetor ke daerah.
Pihaknya akan meningkatkan pajak penerangan jalan melalui pendataan objek pajak yang ril di lapangan. “Termasuk pajak lain-lain juga, seperti reklame, warung makan atau hotel,” tambahnya.

Sumitatha mengungkapkan, selain PAD dari pajak dan retribusi, daerah juga menargetkan keseluruhan pendapatan sebesar Rp 151 miliar. Pendapatan di luar PAD, seperti dana bagi hasil ataupun penerimaan yang sah lainnya juga akan digenjot.
Lembaganya sedang menyiapkan payung hukum untuk mengutip pajak sarang burung walet.

“Semua potensi, akan kita data dan dibuatkan regulasinya supaya PAD kita meningkat dari tahun ke tahun,” tuturnya.

S (b/ode)