KENDARIPOS.CO.ID — Pada akhir tahun 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton melakukan pinjaman senilai Rp 148 miliar pada Bank Sultra. Mulai 2022 nanti, angsuran pokok pinjaman sudah mulai dibayarkan. Nilainya cukup besar dan dipastikan akan sangat memengaruhi postur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Pemkab harus menyetor ke Bank Sultra Rp 62 miliar tiap tahun, hingga tiga tahun ke depan.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Buton, Sunardin Dani, mengatakan, tahun ini Pemkab hanya diwajibkan membayar bunga pinjaman sebesar Rp 7 miliar. “Dalam APBD induk tahun ini kita anggarkan Rp 3 miliar, kemudian di perubahan ditambah Rp 4 miliar, sehingga total Rp 7 miliar. Tapi itu baru bunga, pokok pinjaman kita mulai angsur tahun depan,” jelasnya, Kamis (18/11).

Sunardin Dani

Untuk tahun 2022, bunga pinjaman sudah diberi proyeksi oleh pihak Bank Sultra kurang lebih Rp 13 miliar. Sementara pokok kredit dipastikan Rp 49 miliar. Sehingga untuk menutupi kebutuhan wajib itu, dalam RAPBD 2022 mendatang, Pemkab Buton sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 62 miliar. Sebelumnya, Pemkab Buton melalui Kepala Bappeda Ahmad Mulia menyebut angsuran pinjaman hanya Rp 38 miliar pertahun. Soal itu, kata Sunardin, hitungan awalnya demikian. Namun Pemkab Buton baru membayar pokok pinjaman pada 2022 yang awalnya diperhitungkan mulai tahun 2021. Sehingga angsuran pokok bertambah karena akan dilunasi dalam tiga tahun anggaran. “Tadinya dihitung 52 bulan, sekarang tiga tahun, angkanya dapat Rp 49 miliar itu. Kan pinjaman Rp 148 miliar,” rincinya. (b/lyn)

Tinggalkan Balasan