Nismawati

-DLKH Operasikan 65 Motor Pengangkut Sampah

KENDARIPOS.CO.ID– Sejatinya, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) disiapkan untuk mengatasi kekumuhan. Namun kenyataannya justru TPS menjadi penyebab kekumuhan. Hal ini disebabkan masih ada warga metro yang membuang sampah tak sesuai jadwal yang ditetapkan. Akibatnya, tumpukan sampah di TPS seakan tak pernah habis.

Atas dasar itulah, Pemkot Kendari mengadakan 65 unit motor pengangkut sampah beroda tiga. Nantinya, motor ini akan disiagakan di setiap kelurahan di Kota Kendari. Kendaraan ini nantinya akan mengangkut sampah warga dari rumah ke rumah. Pengadaan motor pengangkut sampah ini bagian dari program Pemkot mengurangi jumlah TPS.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan motor pengangkut sampah ini akan mengangkut sampah milik warga yang tidak terjangkau oleh mobil pengangkut sampah. Ia meyakini cara ini efektif untuk mengurangi kekumuhan di TPS. Berdasarkan hasil kajian, kekumuhan yang terjadi di Kota Kendari disebabkan kurangnya kesadaran warga mematuhi waktu pembuangan sampah.

“Masyarakat membuang sampahnya ketika mau berangkat kerja. Semua belajar jadi pemain basket. Syukur-syukur kalau masuk. Yang terjadi justru sampahnya berhamburan di mana-mana sementara TPS-nya kosong, ini mengganggu keindahan kota,” kata Sulkarnain Kadir kemarin.

Pengadaan motor sampah kata dia, merupakan pemerintah mengurangi jumlah TPS di Kota Kendari. Kebijakan itu dipilih lantaran keberadaan TPS yang menjadi salah satu indikator kekumuhan. “Kita akan kurang secara bertahap. Sampai kultur dan perilaku masyarakatnya sudah terbentuk lalu kita hilang total. Nah, motor-motor sampah inilah yang kita fungsikan dan kita akan terus tambah jumlahnya,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kendari, Nismawati mengatakan sebanyak 65 motor pengangkut sampah akan disalurkan di seluruh kelurahan di Kota Kendari. Setiap kelurahan dijatah satu unit. Untuk pengoperasiannya, kelurahan akan membentuk kelompok yang akan bertugas mengangkut sampah warga secara door to door.

Upaya itu diharapkan mengurangi kebiasaan masyarakat yang selalu membuang sampah tidak tepat waktu dan bukan pada tempatnya. “Sampahnya nanti akan diambil oleh motor pengangkut sampah untuk kemudian dibawa ke TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle), bak sampah, atau rumah kompos kemudian diangkut oleh mobil pengangkut sampah,” kata Nismawati.

Selain membangunan budaya disiplin dalam membuang sampah, masyarakat juga akan diedukasi mengelola sampah secara mandiri dengan melakukan pemilahan antara sampah basah (organik) dan sampah kering (anorganik). “Nanti, dipisah tempat sampahnya dan diserahkan kepada petugas. Sampah basah bisa diolah jadi pupuk di rumah kompos dan cukup sampah keringnya yang sampai di TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” kata Nismawati. (b/ags)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.