Rahma Safitri/Kendari Pos
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Drs Asrun Lio MHum PhD (tengah) saat memberikan materi pada Diseminasi hasil penelitian terapan adaptasi alat ukur kemampuan matematika, yang diselenggarakan bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Halu Oleo (UHO), Jumat (19/11). 

–Guru Harus Mampu Mengemas Kemas Matematika Jadi Menyenangkan

KENDARIPOS.CO.ID– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Drs Asrun Lio M.Hum., PhD., menjadi salah satu pemateri pada diseminasi hasil penelitian terapan adaptasi alat ukur kemampuan matematika, yang diselenggarakan bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Halu Oleo (UHO), Jumat (19/11). 

Dalam kesempatan itu, Asru  Lio mengatakan  jika pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris erat kaitannya dengan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Sultra. Sehingga dapat dikatakan pelajaran Matematika dinilai mampu meningkatkan SDM di Sultra.

“Karenanya kita mendorong para guru di Sultra agar mampu mengemas pelajaran Matematika menjadi lebih menyenangkan bagi siswanya. Mengingat dengan belajar Matematika bisa membentuk generasi yang memiliki pola pikir konstruktif dan terstruktur melalui latihan-latihan rumit dihadapi dalam pelajaran dimaksud,” kata Alumni S3 The Australian National University of Cambera ini. 

Tentu pelajaran Agama tetap yang utama. Namun terlepas dari itu, belajar Matematika maupun Bahasa Inggris juga sangat berperan aktif sebab kedua mata pelajaran ini dinilai mampu melatih siswa berpikir lebih sistematis, logika berpikir menjadi berkembang, terlatih berhitung, mampu berpikir objektif, rasional, teliti, cermat dan sabar. 

“Belajar Matematika memaksa otak untuk berpikir secara runut dan tidak mudah percaya hoax, karena kita dituntut memiliki daya pikir tinggi untuk menelaah kebenarannya lebih dahulu. Jadi kembali lagi bahwa melalui soal-soal Matematika yang rumit bisa melatih ketelitian, kecermatan, dan kesabaran. Namun penyajiannya pun harus menyenangkan dan disinilah peran guru,” terang Asrun. 

Orang nomor satu di jajaran Dikbud Sultra ini menambahkan, berbicara tentang pendidikan dan peningkatan SDM di Sultra, tentu erat kaitannya dengan Visi Misi Gubernur Sultra bersama wakilnya. Karenanya pihak yang membidangi pendidikan dituntut harus mampu merespon setiap upaya-upaya yang dinilai mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan yang bermuara pada peningkatan SDM di Sultra. 

“Tujuan penyelenggaraan pemerintahan saat ini yakni bagaimana menuntaskan pembangunan yang telah direncankaan oleh Gubernur Sultra dan wakilnya, dimana telah dituangkan dalam RPJMD atau visi misi. Dikbud Sultra mengambil bagian pada bidang pendidikan tujuannya untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan SDM di masa mendatang,” jelasnya.

Untuk itu, kata Asrun pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris dinilai bisa membantu mata pelajaran lainnya, karena kedua pelajaran tersebut merupakan pelajaran dasar.

“Lalu bagaimana agar peserta didik mau belajar Matematika? Tentu ini merupakan peran dari guru bagaimana bisa mengarahkan murid mencari sumber-sumber belajar bukan saja dari sekolah tetapi juga diluar sekolah baik di perpustakaan maupun  sumber lainya. Jadi inti dari proses belajar mengajar berada pada peran guru itu sendiri dan seorang guru wajib menguasai teknologi agar bisa mengatasi era pembelajaran saat ini,” harapnya.(rah/b) 

Tinggalkan Balasan