Wa Radja

KENDARIPOS.CO.ID– Sejumlah target pendapatan asli daerah (PAD) dalam rumusan APBD Perubahan direvisi pihak Badan Pendapatan Daerah (Bependa) Kota Baubau, beberapa waktu lalu. Dua sumber PAD terbesar yang ikut mengalami penyesuaian adalah sektor pajak bumi dan bangunan (PBB) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB). Jika nominal PBB dikurangi, maka nilai BPHTB justru dinaikkan.

Kepala Bapenda Baubau, Wa Radja, menjelaskan, setelah dilakukan revisi, penerimaan PAD kini bisa dioptimalkan untuk mencapai target. “Untuk PBB terpaksa kita kurangi, karena saat menetapkan target di APBD induk, harapannya pandemi sudah mereda, ekonomi bisa kembali stabil. Tetapi ternyata belum seperti itu, makanya kita turunkan dari target Rp 9 miliar menjadi Rp 8 miliar,” kata Wa Radja, Jumat (5/11).

Untuk pembayaran PBB yang awalnya dideadline hingga 30 September kini diperpanjang sampai 15 Desember nanti. Dengan perpanjangan itu, Ia berharap tak ada lagi catatan piutang PBB untuk tahun 2021 ini. “Kita harus mengerti kondisi masyarakat juga, makanya kita perpanjang pembayarannya sampai akhir tahun. Tapi semoga tidak ada lagi piutang nanti,” ulangnya, menegaskan.

Sementara sektor BPHTB, terjadi tren peningkatan beberapa bulan terakhir. Sehingga diputuskan targetnya ditambah Rp 1 miliar dari sebelumnya Rp 8 miliar. “Karena ternyata usaha perumahan tetap berjalan baik, jadi BPHTB naik dari Rp 8 miliar jadi Rp 9 miliar,” lanjutnya.

Mantan Sekretaris DPRD Baubau itu mengaku tak ingat pasti total realisasi PAD saat ini. Sebab Bapenda dan BPKAD baru dipisahkan beberapa bulan lalu. Sehingga penertiban data masih terus dilakukan. “Kalau data lengkap nanti kita rilis akhir tahun. Intinya kita optimis target kita keseluruhan sebesar Rp 36 miliar, bisa tercapai,” yakin Wa Radja. (b/mel)