Hidayatullah

KENDARIPOS.CO.ID–Sejumlah peluang dilirik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Selatan (Konsel) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya. Khusus di bidang pertanian, Pemkab melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan merumuskan berbagai strategi agar penghasilan petani meningkat. Salah satunya mendorong optimalisasi tanaman ekspor.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Konsel, Hidayatullah, mengatakan, arah pertanian difokuskan pada tanaman ekspor untuk peningkatan kesejahteraan petani. Dengan ekspor dapat memberikan nilai tambah bagi petani dan pendapatan semakin besar. “Konsel punya potensi, kesesuaian lahannya bagus, dengan catatan kita mau atau tidak. Selain ketersediaan tanaman pangan, tentu akan terus kita maksimalkan tanaman ekspor ini,” ungkapnya, Kamis (11/11).

Lebih lanjut Hidayatullah mengungkapkan, salah satu tanaman ekspor yang didorong adalah komoditas kelapa sawit. Termasuk kopi, kelapa dan tanaman lainnya. Pihaknya tengah mengklasterkan potensi pertanian di masing-masing wilayah. “Sementara sedang dikerjakan bersama Bapedda,” ujarnya.

Konsel akan dijadikan basis tanaman ekspor untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dan dapat berdampak baik bagi daerah. Karena tren harga tanaman kualitas ekspor selalu naik. Apalagi kedepannya, persaingan ekonomi dunia makin sengit. Mulai dari pangan, energi, teknologi dan kesehatan.”Mereka yang bisa menguasai ini yang bisa surviveMakanya kita harus dorong petani kita ke era teknologi. Kita optimis, petani di Konsel mampu memanfaatkan teknologi. Kadang tanpa diarahkan mereka praktik sendiri, belajarnya di internet,” akunya.

Untuk pendistribusian, Pemkab Konsel membangun sinergi antar dinas. Mulai dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan bertugas dari segi menanamnya. Kemudian Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dari sisi investasinya. “Semua ini, tentu saja di bawah kendali Bupati Konawe Selatan. Untuk pasarnya pun aman, contoh sawit, ada pabrik. Begitu juga kelapa. Hasil petani malah ditunggu. Insya Allah petani kita makin sejahtera,” ungkapnya. (c/ndi)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.