KENDARIPOS.CO.ID — Kerja-kerja kewartawanan sangat dilindungi dalam Undang-undang. Sebagai bentuk proteksi, setiap hasil karya jurnalistik pun tidak bisa dipidanakan sebab sudah menjadi ranah dewan pers. Karena itulah, ada orang yang mencoba mengambil kesempatan baik oleh oknum maupun orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan.

Baru-baru ini, Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sultra mengamankan seorang pria berinisial MFR. Pelaku yang mengaku sebagai redaktur atau editor sebuah media online yang berkantor di Sulawesi Barat (Sulbar) ini diduga melakukan tindak pidana pemerasan dan pengancaman terhadap seorang kepada desa (Kades) di Kolaka berinisial HT di sebuah hotel di Kota Kendari.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh

Penangkapan itu dibenarkan Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh. Saat ini, MFR berstatus sebagai terperiksa atas dugaan tindak pidana pemerasan dan pengancaman. Saat ini, pelaku telah diamanakan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Polisi mengamankan MRF di sebuah hotel dengan barang bukti uang sebesar Rp 15 juta,” beber Kompol Dolfi Kumaseh saat dikonfirmasi Kendari Pos, Minggu (31/10).

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku meminta uang kepada korban senilai ratusan juta. Jika tidak dipenuhi, terduga pelaku mengancam akan mengangkat berita miring tentang kades tersebut.

Sayangnya, Kompol Dolfi Kumaseh belum menjelaskan secara detail terkait kronologisnya. Dolfi mengatakan saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. MFR dan barang bukti telah diamankan di Mapolda Sultra. Untuk dikembangkan ke tahap penyidikan. “Masih pengembangan, yang bersangkutan telah diamankan di Polda Sultra beserta barang buktinya,” pungkasnya. (b/ndi)