Ilustrasi

Sekolah Kategori Kecil Tanpa Pembatasan Pelajar
KENDARIPOS.CO.ID– Proses belajar mengajar secara tatap muka di Kota Kendari telah berjalan sejak September lalu. Berdasarkan hasil evaluasi, Pemkot Kendari belum menemukan penyebaran kasus covid-19 di sekolah. Atas dasar itulah, Pemkot berencana menambah kelonggaran Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan penambahan relaksasi PTM dimaksudkan untuk membantu para pelajar yang kesulitan menerima pelajaran jika dilakukan secara daring (online). Selama ini, pihaknya kerap menerima aduan dari para orang tua pelajar yang kesulitan membimbing anak-anaknya di rumah. “Pasti (dibuka) jika kondisi sudah membaik,” ujarnya, kemarin.

Meski sudah memberikan lampu hijau, ia berharap satuan pendidikan tetap mempersiapkan sarana dan prasana protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya mencegah penularan Covid. “Saya sudah instruksikan kepada Dinas Pendidikan untuk menyusun regulasinya sekaligus melakukan pengawasan dan evaluasi,” kata Sulkarnain Kadir.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir berbincang dengan salah seorang pelajar saat memantau pelaksanaan pembelajaran secera tatap muka. Nopember ini pemerintah menambah kelonggaran kebijakan PTM

Terpisah, Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikmudora) Kendari, Muchdar Alimin mengatakan, kebijakan merelaksasi PTM menimbang keberhasilan regulasi PTM tatap muka segara terbatas yang diterapkan pada September dan Oktober. Hasilnya, sama sekali tidak ada kasus covid yang ditemukan.

Penambahan relaksasi PTM yang dimaksud lanjut Muchdar, untuk sekolah kategori besar atau sekolah yang memiliki pelajar di atas 501 orang diperbolehkan belajar tatap muka di sekolah dengan kapasitas pelajar maksimal 50 persen dari yang sebelumnya hanya 30 persen.

Sementara sekolah sedang atau sekolah yang memiliki pelajar sebanyak 200 – 500 buka dengan kapasitas maksimal 70 persen dari sebelumnya hanya 50 persen. Sementara untuk sekolah kecil atau memiliki siswa sedikit sekitar di bawah 200 pelajar itu buka 100 persen. “Kebijakan ini berlaku pada November ini sambil kita menyesuaikan dengan perkembangan covid dan hasil evaluasi yang rutin kita lakukan setiap pekan.

Dalam pelaksanaannya kami tetap menekankan sekolah tetap menerapkan prokes ketat. Seluruh pelajar yang kesekolah wajib pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” kata Muchdar. (b/ags

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.