Biro Komunikasi Kemenko Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (kiri) mendampingi Presiden RI Joko Widodo (tiga dari kiri) menghadiri acara High Level Segment KTT COP26 di Glasgow-Skotlandia.

–National Statement Presiden Menggema di Pentas Dunia
KENDARIPOS.CO.ID– Usai pertemuan KTT G20 di Roma, Italia, Presiden RI Joko Widodo menghadiri rangkaian acara High Level Segment KTT COP26 di Glasgow-Skotlandia. Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju.

Presiden telah menyampaikan National Statement di pentas dunia pada rangkaian kegiatan KTT COP26 tersebut, dan berpartisipasi pada acara Forest and Land Use Summit, dan Menko Perekonomian juga turut menghadiri pada beberapa agenda pertemuan Presiden tersebut.

Kegiatan tersebut diawali agenda CEO Roundtable Forum untuk menguatkan kemitraan bisnis dan investasi dengan Inggris di sektor-sektor prioritas, dan ini sejalan dengan kepentingan Indonesia pada COP26. Forum ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan wakil perusahaan investor multinasional Inggris, seperti British Petroleum (BP), Nova Innovation, Jardines, Mars, Standard Chartered, Orbital Marine dan Citibank, dengan total potensi deliverables senilai US$9,29 miliar. Pada saat itu juga telah ditandatangani kesepakatan kerja sama antara Pertamina dengan ExxonMobil dalam rangka pengembangan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

Dalam pertemuan Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson telah dibahas upaya mendorong kerja sama yang lebih erat di bidang riset dan pelatihan sektor kesehatan. “Presiden juga mendorong agar Inggris dapat meningkatkan kerja sama dalam upaya pemulihan ekonomi nasional,” ujar Menko Airlangga Hartarto, kemarin.

Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) itu menjelaskan bahwa kerja sama dimaksud itu yakni penguatan perdagangan melalui forum mekanisme komite yang sudah terbentuk, dan mengundang lebih banyak investasi Inggris di Indonesia. Khususnya di beberapa sektor prioritas, seperti manufaktur, otomotif, farmasi dan kesehatan.

Ketika bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, delegasi Indonesia menyampaikan apresiasi bantuan pemerintah AS dalam penanganan Covid-19, berupa pengiriman vaksin, alat-alat ventilator serta obat-obatan therapeutic. Presiden Jokowi juga menyampaikan pentingnya memperkuat kerja sama ekonomi, terutama potensi pengembangan ekonomi hijau, seiring dengan langkah pemulihan ekonomi nasional dan penguatan iklim investasi melalui reformasi struktural dan UU Cipta Kerja.

“Dalam pertemuan itu, Presiden mengharapkan AS dapat meningkatkan investasinya di Indonesia, dan harus punya kesiapan menjadi bagian dari rantai pasok produk utama, misalnya untuk material bagi kendaraan ramah lingkungan atau mobil listrik,” tutur Menko Airlangga Hartarto.

Di bidang perubahan iklim, kedua negara sepakat berkomitmen mengurangi emisi karbon melalui komitmen Nationally Determined Contribution (NDC), di mana Indonesia merupakan salah satu negara terdepan dalam penanganan kebakaran hutan, penurunan tingkat deforestasi dan restorasi hutan bakau.

“Langkah dan komitmen Indonesia yang dirangkum dalam NDC menyasar sektor energi, dan sektor terkait lainnya. Kedua Presiden sepakat meningkatkan kerja sama yang lebih erat, terutama dalam masa Presidensi G20 Indonesia yang mendorong kerja sama digital, transisi energi dan keuangan inklusif, terutama bagi UMKM dan kelompok rentan lainnya,” papar Menko Airlangga yang juga Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Presiden Jokowi dalam kesempatan terpisah bertemu dengan kepala negara/pemerintah lainnya, seperti PM Slovenia dan PM Palestina, serta beberapa perusahaan lainnya seperti Amazon dan Microsoft.

Menko Airlangga mengunjungi Paviliun Indonesia yang didirikan untuk kegiatan outreach capaian Indonesia di bidang penanganan perubahan iklim. Kegiatan Paviliun diisi oleh sejumlah wakil dari kementerian/lembaga, termasuk beberapa kalangan BUMN, perusahaan nasional dan civil society yang turut bergerak di bidang lingkungan dan biodiversitas. (dep7/rep/fsr)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.